news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Kondisi gerbong CommuterLine usai ditabrak Kereta Api Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4)..
Sumber :
  • Antara

Kecelakaan Maut Bekasi Timur, DPR Desak Evaluasi Perlintasan Sebidang Segera: Tidak Bisa Ditunda Lagi

Kecelakaan maut kereta api di Bekasi Timur kembali membuka persoalan lama, yakni perihal perlintasan sebidang yang tak kunjung dibenahi.
Rabu, 29 April 2026 - 17:30 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Kecelakaan maut kereta api di Bekasi Timur kembali membuka persoalan lama, yakni perihal perlintasan sebidang yang tak kunjung dibenahi.

DPR menilai, titik rawan ini sudah terlalu sering memakan korban dan tak bisa lagi dibiarkan.

Anggota Komisi V DPR RI Fraksi Golkar, Hamka B. Kady, menyampaikan duka atas insiden yang menewaskan 16 orang dan melukai puluhan lainnya. Hamka menegaskan ada masalah serius dalam sistem keselamatan transportasi.

“Perlintasan sebidang ini sudah lama menjadi perhatian kami. Menuntaskan ribuan titik rawan di seluruh Indonesia adalah hal yang mendesak dan tidak bisa ditunda lagi,” ujar Hamka, Rabu (29/4/2026).

Diketahui, kecelakaan terjadi di kawasan Stasiun Bekasi Timur sekitar pukul 20.55 WIB. Insiden melibatkan KA Argo Bromo Anggrek tujuan Surabaya dan Commuter Line.

Dugaan sementara, kecelakaan bermula dari pelanggaran di perlintasan sebidang Jalan Perlintasan Langsung (JPL) 85 sisi barat stasiun.

Sebuah mobil taksi nekat melintas dan tertemper kereta. Kondisi itu membuat Commuter Line terpaksa berhenti di jalur.

Dalam waktu berdekatan, KA Argo Bromo Anggrek yang melaju kemudian menabrak rangkaian kereta di depannya. Tabrakan beruntun pun tak terhindarkan.

Hamka menilai, kecelakaan ini bukan semata insiden tunggal. Ia menyoroti kombinasi antara kelalaian pengguna jalan dan lemahnya sistem pengamanan.

“Ini adalah pekerjaan rumah bersama. Keselamatan masyarakat tidak boleh ditawar,” tegasnya.

Ia pun mendorong pemerintah segera mengambil langkah konkret, mulai dari pemasangan rambu yang memadai, peningkatan sistem pengamanan, hingga percepatan pembangunan flyover dan underpass untuk mengurangi perlintasan sebidang.

Selain itu, Hamka mendesak investigasi dilakukan secara menyeluruh agar penyebab pasti bisa diungkap.

“Investigasi harus dilakukan secara komprehensif agar kita mendapatkan akar masalah yang jelas dan bisa mencegah kejadian serupa terulang,” lanjutnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya koordinasi lintas lembaga, mulai dari Kementerian Perhubungan, PT KAI, pemerintah daerah hingga aparat penegak hukum.

Sementara itu, data terbaru menyebutkan 16 orang meninggal dunia dan 84 lainnya mengalami luka-luka. Para korban meninggal telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:54
06:32
01:03
01:19
02:05
05:39

Viral