Olah TKP Kecelakaan Kereta di Bekasi, Dua Jenis Alat TAA Digunakan
- Korlantas Polri
Jakarta, tvOnenews.com - Dua alat traffic accident analysis (TAA) digunakan dalam proses olah TKP kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur.
Kasi Pullahjianta Subdit Laka Ditgakkum Korlantas Polri Komisaris Polisi Sandhi Wiedyanoe mengatakan alat tersebut berbentuk statis dan portable. Dia pun memaparkan penjelasan terkait alat TAA.
"Yang teknologi statis dengan kamera LiDAR serta kamera 360 derajat mampu mendeteksi environment ataupun lingkungan secara menyeluruh dan teknologi portable yang mampu melihat melalui pola helicopter view sehingga kita bisa melihat dan mengilustrasikan secara tiga dimensi dengan kualitas 4K," ujarnya, Rabu (29/4/2026).
Sandhi menerangkan nantinya hasil rekaman dari alat itu akan menjadi alat bukti elektronik pada proses penyidikan.
"Jadi sebagai alat bukti yang sah yang digunakan selama proses penyidikan, penuntutan dan persidangan," kata dia.
Korlantas Polri, sambung dia, akan mengevaluasi lebih lanjut terkait taksi hijau yang terlibat dalam kecelakaan tersebut.
"Tentu kami akan berkoordinasi untuk mengevaluasi banyaknya kejadian yang melibatkan taksi hijau. Kami akan lakukan evaluasi terhadap perusahaan tersebut," terangnya.
Untuk diketahui, tabrakan kereta antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam.
Hingga Selasa (28/4/2026), jumlah korban meninggal dunia sebanyak 16 orang. Sementara itu, 88 orang lainnya luka-luka. (ant/nsi)
Load more