- tvOnenews.com/Taufik Hidayat
Sikap Tegas Gubernur Dedi Mulyadi usai Kecelakaan Kereta Api, Desak Aparat Bereskan Ormas Kuasai Lintasan KA
Akibatnya, KA Menoreh menemper truk tangki tersebut. Insiden ini juga mengganggu sejumlah perjalanan kereta api.
"Akhirnya masinisnya mengalami cacat permanen. Akhirnya oleh saya waktu itu langsung dibuat apa namanya pintu lintasan," terangnya.
Dedi Mulyadi pun mendesak polisi terutama Polres Kota Bekasi. Ia menginginkan ormas di perlintasan sebidang harus diberantas mulai per hari ini.
"Saya pikir, tingkat Polsek bisa (menertibkan ormas)," katanya.
Apa Rencana KDM untuk Sikapi Masalah di Perlintasan Sebidang?
- PT KAI
KDM mengungkap rencana besarnya yang harus segera terealisasi saat ini. Ia menginginkan agar adanya percepatan pembangunan flyover untuk menggantikan peran palang pintu.
Dedi Mulyadi sempat mengatakan rencana pembangunan flyover sudah ada, terutama di kawasan Jalan Ampera Bekasi diduga sebagai pemicu kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur.
Menurutnya, perlintasan sebidang tanpa palang pintu hingga tidak bersifat resmi memiliki risiko besar. Kecelakaan kereta api kerap terjadi di area ini karena aksi nekat warga dan pengendara.
Baginya, permasalahan ini menjadi fokus evaluasi utama. Tujuannya untuk menghindari problem hingga insiden serupa.
"Sekarang ini seluruh pintu lintasan, baik resmi maupun tidak resmi, ya harus segera ada pengamannya. Kalau tidak, peristiwa seperti ini akan terus terjadi ke depannya," jelasnya.
KDM menginginkan pembangunan flyover dipercepat. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar sudah mengalokasikan anggarannya.
Ia meminta Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto segera merealisasikannya. Setidaknya pembangunan flyover khususnya di Jalan Ampera mulai dikerjakan pada minggu ini.
Di sisi lain, kata dia, penanganan sementara yang menjadi tugas utama Pemkot Bekasi yakni memasang palang pintu. Pihak Dishub bisa mengambil alih penjagaan agar memperketat keselamatan warga.
(saa/hap)