news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM)..
Sumber :
  • tvOnenews.com/Taufik Hidayat

Sikap Tegas Gubernur Dedi Mulyadi usai Kecelakaan Kereta Api, Desak Aparat Bereskan Ormas Kuasai Lintasan KA

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) minta polisi menertibkan ormas yang diduga menguasai perlintasan sebidang sebagai sikap kecelakaan kereta api-KRL di Bekasi.
Rabu, 29 April 2026 - 16:54 WIB
Reporter:
Editor :

Bekasi, tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi menyoroti kelompok organisasi kemasyarakatan (ormas). Perhatian ini sebagai sikap atas kecelakaan kereta api di Bekasi, Senin (27/4/2026).

Dedi Mulyadi menyoroti dugaan penyebab utama Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek menabrak Commuter Line (KRL). Hal ini bermula dari taksi online mogok di perlintasan kereta api tanpa palang pintu.

Dedi Mulyadi memberikan tanggapan persoalan terjadi di palang pintu perlintasan sebidang di rel kereta api. Ia menduga hal ini masih banyak dikuasai oleh ormas.

KDM sapaan akrabnya tidak tinggal diam. Gubernur Jabar itu meminta aparat Kepolisian menindak ormas secara tegas, terutama bagi yang menguasai pelintasan sebidang di Kota Bekasi.

"Ini permintaan saya sebagai Gubernur Jawa Barat. Tidak boleh ada lagi ormas, premanisme yang menguasai aset-aset umum untuk kepentingan dirinya," kata Dedi Mulyadi di Tambun Selatan, Bekasi, Rabu (29/4/2026).

Alasan Dedi Mulyadi Ogah Perlintasan Kereta Api di Jabar Dikuasai Ormas

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM).
Sumber :
  • Antara

Dedi Mulyadi tidak habis pikir aset umum masih banyak diduduki ormas, terutama di perlintasan sebidang di Jabar. Menurutnya, hal ini bukanlah hak mereka.

KDM menegaskan, hal ini tidak hanya menyasar di aset umum di Jabar, tetapi juga terhadap sesuatu yang seharusnya bukan dimiliki orang lain.

"Bagi saya, tidak boleh ada lagi di Jawa Barat ada yang menguasai sesuatu yang bukan haknya," ucapnya dengan tegas.

Mantan Bupati Purwakarta ini mengambil contoh yang terjadi saat ini. Persoalan perlintasan kereta api tidak resmi hingga tanpa palang pintu sering menjadi problem di beberapa wilayah Jabar.

Ia kembali mengulas tentang insiden truk tangki pengangkut air di Cirebon. Kendaraan ini mengakibatkan kecelakaan melibatkan KA Menoreh relasi Semarang Tawang-Pasar Senen.

Insiden ini terjadi di perlintasan sebidang tanpa palang pintu pada akhir Januari 2026. Letaknya berada di Deesa Dompyong Kulong, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

Polresta Cirebon menjelaskan awal mula kecelakaan ini akibat sebuah truk galon air mogok. Pada akhirnya, truk terjebak tepat di tengah perlintasan sebidang tersebut.

Akibatnya, KA Menoreh menemper truk tangki tersebut. Insiden ini juga mengganggu sejumlah perjalanan kereta api.

"Akhirnya masinisnya mengalami cacat permanen. Akhirnya oleh saya waktu itu langsung dibuat apa namanya pintu lintasan," terangnya.

Dedi Mulyadi pun mendesak polisi terutama Polres Kota Bekasi. Ia menginginkan ormas di perlintasan sebidang harus diberantas mulai per hari ini.

"Saya pikir, tingkat Polsek bisa (menertibkan ormas)," katanya.

Apa Rencana KDM untuk Sikapi Masalah di Perlintasan Sebidang?

Ilustrasi kereta api jarak jauh (KAJJ) di perlintasan sebidang
Sumber :
  • PT KAI

KDM mengungkap rencana besarnya yang harus segera terealisasi saat ini. Ia menginginkan agar adanya percepatan pembangunan flyover untuk menggantikan peran palang pintu.

Dedi Mulyadi sempat mengatakan rencana pembangunan flyover sudah ada, terutama di kawasan Jalan Ampera Bekasi diduga sebagai pemicu kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur.

Menurutnya, perlintasan sebidang tanpa palang pintu hingga tidak bersifat resmi memiliki risiko besar. Kecelakaan kereta api kerap terjadi di area ini karena aksi nekat warga dan pengendara.

Baginya, permasalahan ini menjadi fokus evaluasi utama. Tujuannya untuk menghindari problem hingga insiden serupa.

"Sekarang ini seluruh pintu lintasan, baik resmi maupun tidak resmi, ya harus segera ada pengamannya. Kalau tidak, peristiwa seperti ini akan terus terjadi ke depannya," jelasnya.

KDM menginginkan pembangunan flyover dipercepat. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar sudah mengalokasikan anggarannya.

Ia meminta Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto segera merealisasikannya. Setidaknya pembangunan flyover khususnya di Jalan Ampera mulai dikerjakan pada minggu ini.

Di sisi lain, kata dia, penanganan sementara yang menjadi tugas utama Pemkot Bekasi yakni memasang palang pintu. Pihak Dishub bisa mengambil alih penjagaan agar memperketat keselamatan warga.

(saa/hap)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:54
06:32
01:03
01:19
02:05
05:39

Viral