- jabarprov
Kabar Bahagia untuk Warga Jabar, Gubernur Dedi Mulyadi bersama Jajarannya Raih Penghargaan
Jakarta, tvOnenews.com- Kabar bahagia untuk warga Jabar, karena Gubernur Dedi Mulyadi bersama jajarannya mendapatkan penghargaan.
Penghargaan tersebut untuk kategori Penyelenggaraan Pemerintah Daerah Terbaik 2025 dari Kementerian Dalam Negeri. Tentu ini menjadi raport baik di era Dedi Mulyadi.
Diketahui, penghargaan ini diberikan, berdasarkan Hasil Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Tahun 2025.
Penghargaan tersebut, diserahkan oleh Wakil Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia (Wamendagri RI) Bima Arya Sugiarto kepada Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan di sela-sela Upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah (Otda) ke-30 di Plaza Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) Jl. Medan Merdeka Utara No. 7 Jakarta Pusat, Senin (27/4/2026).
"Kami mengapresiasi positif dengan adanya penghargaan ini," kata Wagub Erwan dijutip dikutip dsri dari jabarprov, Rabu (29/4).
"Semoga prestasi yang diraih Pemprov Jabar menjadi pemantik untuk bekerja lebih baik lagi, demi kemajuan Jabar dan Indonesia pada umumnya," jelasnya.
Pada kesempatan tersebut, diketahui, tidak hanya Pemprov Jabar yang meraih penghargaan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah Terbaik. Namun jug ada empat provinsi lainya, seperti DI Yogyakarta, Jakarta, Jawa Timur dan Kalimantan Selatan.
- jabarprov
Komitmen Dedi Mulyadi dan Erwan Setiawan
Sebagaimana diketahui, ada empat empat komitmen yang pernah disampaikan Gubernur Dedi Mulyadidan Wakil Gubernur Erwan Setiawan.
Pertama yang dirangkum dari antara, keduanya berkomitmen untuk menghadirkan kebijakan yang benar-benar memberikan dampak positif bagi warga Jawa Barat, baik dalam bidang pendidikan, ekonomi, infrastruktur, maupun kesejahteraan sosial.
Pasangan ini, ternyata menyusun empat misi utama yakni, pertama mengembangkan kualitas sumber daya manusia yang berkarakter, cerdas, berpengetahuan, bertaqwa, dan profesional pada bidang tugas masing-masing.
Kedua, mereka mengembangkan ekonomi kerakyatan berbasis sumber daya lokal, berdaulat, berkelanjutan, dan berdaya saing tinggi.
Ketiga, mereka mau mengurangi disparitas pembangunan antara wilayah utara dan selatan dengan mendorong investasi, dan pemerataan penyediaan sarana dan prasarana.
Terakhir, mereka mau memperkuat pendidikan, kesehatan, perekonomian, dan lingkungan hidup yang proporsional. Dengan berorientasi pada pelayanan publik yang bermartabat, efektif, efisien, dan menjunjung tinggi prinsip-prinsip pemerintahan yang bersih (clean governance).
Ajakan Jual Kopi Lokal
Baru-baru ini, KDM mengingatkan dan mengajak agar seluruh pedagang di Ciwidey, bisa menjual produk lokal yaitu kopi tubruk.
Menurut Kang Dedi Mulyadi kalau menjual produk lokal seperti kopi arabika asal Jawa Barat, bisa berdampak ke ekonomi.
Juga bisa menarik wisatawan, karena Bandung punya kopi tubruk lokal yang khas. Bahkan kabarnya sudah mendunia.
"Bandung itu penghasil kopi terbaik, tetapi orang yang meminum kopi khas Bandung belum benar-benar merasakannya," katanya.
"Maka di Ciwidey dan Pangalengan, terutama kios yang menjual kopi kemasan saset, seharusnya menjual kopi tumbuk khas hutan Bandung," ujar Dedi Mulyadi.
Terlebih menurut data Dinas Perkebunan Jawa Barat, Kabupaten Bandung adalah "raja" kopi arabika dengan tren produksi yang terus meningkat.
Pada 2024, produksinya menembus 8.567 ton, melonjak signifikan dibandingkan tahun 2017 yang berada di angka 5.277 ton. Bukti kualitas kopi arabika Jawa Barat bagus.(klw)