- tangkapan layar Instagram @kemenpppa dan @arifah.fauzi
Menteri PPPA Arifah Minta Maaf Soal Ucapan Usul Gerbong Wanita Dipindah Ke Tengah Pasca-Tragedi Kereta Bekasi
Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Choiri Fauzi mengklarifikasi soal ucapannya yang membuat gaduh publik.
Pasca insiden tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dengan gerbong wanita KRL Commuter, Arifah sempat mengusulkan gerbong perempuan tersebut dipindahkan ke tengah rangkaian KRL.
Sontak pernyataannya itu mendapatkan beragam respon dari publik. Tidak sedikit justru masyarakat menilai bahwa tidak seharusnya ucapan tersebut keluar dari seorang Menteri.
Bahkan di media sosial, pernyataan Arifah dijadikan konten guyon, khususnya menyudutkan kaum adam.
Usai ramai, Arifah akhirnya buka suara. Ia menuturkan permohonan maafnya kepada publik atas ucapannya yang membuat gaduh.
"Terkait pernyataan saya pasca insiden kecelakaan kereta di Bekasi Timur, saya menyadari bahwa pernyataan tersebut kurang tepat. Untuk itu, saya memohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat, khususnya kepada para korban dan keluarga korban yang merasa tersakiti atau tidak nyaman atas pernyataan tersebut," ucap dia melalui video klarifikasi dilihat Rabu (29/4).
Arifah mengaku, bahwa ucapannya itu tidak bermaksud untuk mengabaikan keselamatan penumpang lainnya.
"Saya memahami bahwa dalam situasi duka seperti ini, yang menjadi fokus utama adalah keselamatan, penanganan korban, serta empati kepada seluruh keluarga yang terdampak," ucapnya.
Meski begitu, ia menyatakan, bahwa seluruh masyarakat adalah prioritas nomor satu, baik perempuan maupun laki-laki.
"Saat ini prioritas utama pemerintah adalah memastikan penanganan terbaik bagi seluruh korban, baik yang meninggal dunia maupun yang mengalami luka-luka," ujarnya. (aha/dpi)