news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi tunjuk Susi Pudjiastuti sebagai Komisaris Utama Bank Jabar Banten (BJB).
Sumber :
  • Istimewa

Gebrakan Dedi Mulyadi, Tunjuk Eks Menteri Nyentrik Susi Pudjiastuti Jadi Komisaris Utama BJB Usai Badai Korupsi

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi kembali melakukan gebrakan yang menyita perhatian publik. KDM usulkan nama Susi Pudjiastuti sebagai Komisaris Utama Bank BJB.
Kamis, 30 April 2026 - 09:11 WIB
Reporter:
Editor :

Bandung, tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi kembali melakukan gebrakan yang menyita perhatian publik.

Kali ini, pria yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi alias KDM mengusulkan nama Susi Pudjiastuti sebagai Komisaris Utama Bank Jabar Banten (BJB).

Hal itu diungkap KDM dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tahun buku 2025, di Gedung Pakuan, Kota Bandung, pada Selasa (28/4/2026) lalu.

RUPST yang dipimpin oleh Gubernur Jabar, selaku pemegang saham pengendali ini membahas dua posisi komisaris dan direktur utama Bank BJB

Dedi Mulyadi dan Susi Pudjiastuti
Sumber :
  • Kolase tvOnenews.com / YouTube LEMBUR PAKUAN CHANNEL

Rencananya, mantan Menteri Perikanan dan Kelautan ini akan didampingi Eydu Oktain Panjaitan, Kepala BPK Perwakilan Provinsi Jawa Barat.

KDM menyebut, Susi Pudjiastuti direkomendasikan kepada para pemilik saham di Bank BJB karena memiliki kapasitas sebagai penasihat Gubernur.

"Kita lihat nanti setelah RUPST ya. Yang jelas beliau adalah orang yang memiliki kapasitas untuk memberikan nasihat pada Gubernur agar mengambil keputusan-keputusan yang tepat di Jawa Barat," katanya.

KDM mengharapkan dengan terpilihnya beberapa nama yang diusulkan dalam jajaran direksi dan komisaris, dapat memberikan dampak baik bagi Bank BJB.

"Kita berharap ke depan kinerjanya jauh lebih baik, BOPO (Biaya Operasional dan Pendapatan Operasional)-nya semakin menurun, dividennya semakin meningkat, dan kinerja banknya terus meningkat baik kinerja pinjaman maupun simpanan," ucapnya.

KDM pun menyampaikan pesan agar kinerja Bank BJB lebih baik dalam meraih pendapatan, dan masyarakat yang melakukan simpan pinjam diharapkan dapat membayar, sehingga tidak terjadi kredit macet.

"Kinerjanya harus lebih baik, kemudian banknya harus lebih sehat, dan yang pinjam-pinjam macet segera bayar," ucapnya.

Skandal Korupsi BJB

KPK memeriksa dua orang saksi mengenai dugaan tindak pidana korupsi terkait pengadaan iklan di Bank BJB.

Kedua saksi tersebut yaitu Fitriya Dwi Rahayu selaku Manager Keuangan PT Wahana Semesta Bandung Ekpres dan Teni Gianissa yang merupakan pegawai PT Antedja Muliatama dan PT Cakrawala Kreasi Mandiri.

Juru bicara KPK, Budi Prasetyo mengatakan, pemeriksaan terhadap dua saksi tersebut untuk mengkorek pembayaran-pembayaran yang dilakukan oleh agensi kepada para media.

"Karena kami perlu mendapatkan keterangan secara rinci terkait dengan pembayaran-pembayaran tersebut," katanya, Senin (27/4/2026).

Selain itu, ucap Budi, pemeriksaan itu dalam rangka penghitungan kerugian keuangan negara yang saat ini sedang dilakukan oleh auditor negara.

"Termasuk juga keterangan ini dibutuhkan dalam rangka penghitungan kerugian keuangan negara," ucapnya.

Dalam perkara dugaan korupsi Bank BJB itu, penyidik KPK telah menetapkan lima orang tersangka pada 13 Maret 2025, yakni Direktur Utama Bank BJB Yuddy Renaldi (YR) dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) sekaligus Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan Bank BJB Widi Hartoto (WH).

Selain itu, Pengendali Agensi Antedja Muliatama dan Cakrawala Kreasi Mandiri Ikin Asikin Dulmanan (IAD), Pengendali Agensi BSC Advertising dan Wahana Semesta Bandung Ekspress Suhendrik (SUH), dan Pengendali Agensi Cipta Karya Sukses Bersama Sophan Jaya Kusuma (SJK).

Penyidik KPK memperkirakan kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi di Bank BJB tersebut sekitar Rp222 miliar.

Pada 10 Maret 2025, KPK menggeledah rumah Ridwan Kamil terkait penyidikan kasus dugaan korupsi di Bank BJB dan turut menyita sepeda motor hingga mobil dari penggeledahan tersebut.

Pada 2 Desember 2025, Ridwan Kamil memenuhi panggilan KPK sebagai saksi kasus tersebut. (aha)

"Kita lihat nanti setelah RUPST ya. Yang jelas beliau adalah orang yang memiliki kapasitas untuk memberikan nasihat pada Gubernur agar mengambil keputusan-keputusan yang tepat di Jawa Barat," katanya.

KDM mengharapkan dengan terpilihnya beberapa nama yang diusulkan dalam jajaran direksi dan komisaris, dapat memberikan dampak baik bagi Bank BJB.

"Kita berharap ke depan kinerjanya jauh lebih baik, BOPO (Biaya Operasional dan Pendapatan Operasional)-nya semakin menurun, dividennya semakin meningkat, dan kinerja banknya terus meningkat baik kinerja pinjaman maupun simpanan," ucapnya.

KDM pun menyampaikan pesan agar kinerja Bank BJB lebih baik dalam meraih pendapatan, dan masyarakat yang melakukan simpan pinjam diharapkan dapat membayar, sehingga tidak terjadi kredit macet.

"Kinerjanya harus lebih baik, kemudian banknya harus lebih sehat, dan yang pinjam-pinjam macet segera bayar," ucapnya. (muu)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:19
01:18
05:01
01:45
01:05
01:11

Viral