- Tangkapan layar tvOne
Buntut Tragedi di Stasiun Bekasi Timur, Dirut KAI Minta Maaf dan Siap Kooperatif dengan Investigasi KNKT
tvOnenews.com - Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasyidin, secara resmi menyampaikan permohonan maaf yang mendalam atas tragedi kecelakaan yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat.
Pihak KAI menegaskan kesiapannya untuk mengikuti seluruh rangkaian investigasi guna mengungkap penyebab pasti insiden memilukan tersebut.
Dalam tinjauannya langsung ke lokasi, Bobby Rasyidin memantau jalannya proses evakuasi hingga uji coba simulasi lintasan pasca-kecelakaan.
- Tangkapan layar tvOne
Ia menekankan bahwa prioritas saat ini adalah pemulihan jalur dan transparansi mengenai penyebab kecelakaan.
"Kami tidak henti-hentinya meminta permohonan maaf yang sebesar-besarnya ke seluruh masyarakat, khususnya para pengguna jasa atas kejadian kemarin ini di wilayah Bekasi Timur yang menimbulkan korban dan tentunya gangguan perjalanan kereta," ujar Bobby Rasyidin saat meninjau lokasi kejadian.
Bobby menambahkan bahwa permohonan maaf tersebut ditujukan secara khusus kepada keluarga korban, para pelanggan, serta seluruh lapisan masyarakat yang terdampak, baik secara langsung maupun tidak langsung.
- Antara
Terkait langkah hukum dan teknis ke depan, KAI berkomitmen untuk bersikap kooperatif dengan Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
"Kita mendukung penuh investigasi yang sedang dan akan dilakukan oleh KNKT. Dan tentunya kita juga akan mematuhi serta mengikuti semua rekomendasi yang akan diberikan oleh KNKT," tegasnya.
Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dikabarkan berencana segera memanggil jajaran Kementerian Perhubungan serta pihak PT KAI untuk duduk bersama membahas kronologi serta evaluasi mendalam terkait kecelakaan di Bekasi Timur tersebut.
Hingga saat ini, operasional KRL Commuter Line di wilayah terkait masih mengalami pembatasan guna memastikan keamanan dan kelancaran proses investigasi lebih lanjut.