news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ketua DPP PDIP Bidang Tenaga Kerja dan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Mercy Barends.
Sumber :
  • Istimewa

Mercy Barends: Tidak Boleh Ada Eksploitasi Buruh, Buruh Tulang Punggung dan Fondasi Ekonomi Nasional

DPP PDI Perjuangan menggelar kegiatan Bakti Sosial dengan 3000 buruh
Jumat, 1 Mei 2026 - 11:46 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com – DPP PDI Perjuangan menggelar kegiatan Bakti Sosial dengan 3000 buruh perusahan milik PT Sayap Mas di Kabupaten Maluku Tengah. Di Bawah sorotan tema, Banteng Pro Pekerja: Buruh Berdaulat, Indonesia Berdikari. 

Kegiatan dikemas dalam bentuk sambung rasa dengan para buruh, layanan kesehatan, layanan konsultasi hukum perburuhan, pembagian 3000 paket sembako dan suguhan pentas musik dan seni.

Ketua DPP PDIP Bidang Tenaga Kerja dan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Mercy Barends mengingatkan kembali ajaran Bung Karno tentang Trisakti dan berpihak pada kaum pekerja.

“Izinkan saya mengajak kita semua kembali pada akar ajaran Bung Karno, Bapak Bangsa tentang Trisaksi Berdaulat di bidang politik, berdikari dibidang ekonomi dan berkepribadian dibidang kebudayaan, berpihak pada rakyat kecil, pada kaum pekerja, pada mereka yang hidup dari keringat dan tenaga."

"Bung Karno menyatakan kemerdekaan sejati bukan hanya kemerdekaan politik, tetapi juga kemerdekaan ekonomi, di mana tidak boleh ada penindasan manusia atas manusia, tidak boleh ada eksploitasi buruh oleh para pemilik modal," kata Mercy dalam keterangannya, Jumat (1/5/2026).

Lebuh lanjut Mercy menegaskan, “Buruh adalah tulang punggung dan fondasi ekonomi nasional. Perjuangan kita bukan untuk melemahkan industri, tetapi untuk memastikan bahwa kemajuan ekonomi san industri berjalan seiring dengan keadilan sosial.”

Terhadap berbagai masalah buruh dan ekonomi di Indonesia Mercy menyatakan dengan tegas Kebijakan ekonomi harus memastikan bahwa beban krisis tidak sepenuhnya dipikul oleh rakyat kecil. 

"Sebagai langkah konkret, intervensi negara untuk mencegah PHK massal dan menjamin keberlangsungan kerja, penguatan jaminan sosial buruh tanpa pengurangan manfaat, terutama melalui BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan," tegas Mercy. 

Penyesuaian upah yang adil atas kenaikan biaya hidup, sambung dia, perlindungan menyeluruh bagi pekerja dan penegakan hukum tegas terhadap perusahaan yang melanggar hak-hak pekerja.

“Keadilan sosial tidak akan pernah terwujud selama buruh masih diperas tenaganya tanpa jaminan hidup layak, upah layak dan kerja yang layak. Kita harus berani memilih berdiri bersama buruh, bersatu bersama buruh, untuk mewujudkan keadilan sosial bagi semua untuk semua,” ujar Mercy.

Acara dimulai dengan mendengarkan lagu Bung Karno Bapak Marhaen dan tayangan Pidato Politik Ibu Ketua Umum PDI Perjuangan, Ibu Megawati Soekarnoputri dalam memperingati 1 Mei Hari Buruh di Indonesia.

“Peringatan 1 Mei Hari Buruh harus dilihat dan perspektif historis dan kebudayaan. Mengapa? Karena perjuangan buruh merupakan manifestasi perlawanan terhadap berbagai belenggu penjajahan akibat bekerjanya kapitalisme dan imperialisme. PDI Perjuangan menegaskan bahwa buruh bukan sekedar faktor produksi dalam angka-angka ekonomi, melainkan soko guru perjuangan dan bersama petani dan nelayan menjadi orientasi kemandirian bangsa. Kesejahteraan buruh adalah prasyarat keadilan sosial,” tegas Megawati Soekarnoputri.

Mencermati berbagai permasalahan buruh dan keterpurukan yang dirasakan akibat tekanan ekonomi global dan nasional

Didik Gatot Subroto, Ketua DPC PDI Perjuangan Kab. Malang dalam sambutannya yang luwes dan membakar semangat perjuangan menyampaikan “Partai adalah pelayan rakyat dan fraksi adalah sisi tajam perjuangan membela rakyat dalam berbagai bentuk peraturan daerah dan program kerja, akan terus bersama-sama buruh dalam memperjuangkan hak-hak mereka yakni 3 layak, layak hidup, layak upah dan layak kerja di Kab. Malang”

Akibat fluktuasi situasi ekonomi yang mengakibatkan jatuhnya nilai tukar rupiah terhadap dollar, kenaikan harga minyak dunia dan bahan baku impor, memicu lonjakan biaya produksi, telah mendorong banyak perusahaan melakukan langkah efisiensi yang justru membebani buruh. Dampaknya nyata dan meluas. 

Gelombang PHK terjadi di sektor padat karya seperti tekstil, manufaktur, dan industri pengolahan diperdalam dengan kebijakan pemerintah terkait pemangkasan program jaminan sosial.

Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Denny Wicaksono dalam sambutannya menegaskan, ”Pemotongan dan pembatasan akses jaminan sosial, termasuk praktik pengurangan kepesertaan atau keterlambatan pembayaran iuran BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan, berdampak langsung pada perlindungan buruh dan keluarganya. Penahanan kenaikan upah bahkan di tengah inflasi yang meningkat, membuat kehidupan buruh terus terpuruk."

"Keluarga besar PDI Perjuangan dan anggota fraksi se-Jawa Timur akan terus berjuang bagi perlindungan dan kesejahteraan buruh, petani dan nelayan," jelasnya.

Kondisi riil ekonomi ekonomi nasional yang semakin berat, Buruh selalu menjadi korban pertama ketika terjadi guncangan ekonomi. Terjadi gelombang PHK, hak-hak buruh tidak terpenuhi, dsb.

Acara berlangsung lancar dan sukses, mendapat sambutan luar biasa sari para buruh. 

Turut hadir dalam acara tersebut: Ketua DPP Bidang Kesehatan Ribka Tjiptaning, Wasekjen Bidang Kerakyatan Sri Rahayu, Ketua Poksi IX DPR RI sekaligus Ketua Panitia Panpel Mayday HBI 2026 Edi Wuryanto anggota Poksi IX DPR RI: Pulung Agustanto, P.H. Sihar Sitorus, Vita Ervina, Obet Rumbruren dan Bupati Kabupaten Malang H.M Sanusi.

Disaat kunjungan ke dalam pabrik menyapa buruh yang sedang bekerja Mercy Barends, menyampaikan bahwa dalam rangka memperingati 1 Mei Hari Buruh di Indonesia DPP Partai menyelenggarakan sejumlah kegiatan yang dimulai dengan FGD RUU Ketenagakerjaan dan RUU Perlindungan Pekerja Migran Indonesia pada tanggal 27 April.

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:51
01:23
13:50
04:01
07:18
06:09

Viral