- Antara
Suara Ojol Perempuan di May Day 2026: Novita Tuntut Fitur Aman Tanpa “Kecolongan” Penumpang Laki-laki
Jakarta, tvOnenews.com — Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, tak hanya diikuti buruh pabrik dan pekerja formal. Para pengemudi ojek online (ojol) juga turut hadir menyuarakan aspirasi mereka.
Salah satunya adalah Novita Meliana Pratiwi (42), yang telah bekerja sebagai pengemudi ojol sejak 2017.
Novita rela menonaktifkan aplikasi sementara demi bergabung dalam aksi tersebut. Ia berangkat dari Pademangan, Jakarta Utara, dan tiba di lokasi sebelum pukul 10.00 WIB.
Prioritaskan Kesejahteraan dan Keselamatan
Bagi Novita, momentum May Day bukan sekadar seremoni, melainkan kesempatan untuk menyuarakan kondisi nyata yang dihadapi pengemudi ojol, khususnya perempuan.
Ia menekankan bahwa kesejahteraan dan keselamatan kerja harus menjadi prioritas utama bagi perusahaan aplikasi.
“Harapannya lebih diprioritaskan masalah kesejahteraan dan keselamatan,” ujar Novita di lokasi aksi.
Isu ini menjadi semakin relevan seiring meningkatnya jumlah pengemudi perempuan yang bergabung di sektor transportasi daring.
Soroti Fitur Penumpang Khusus Wanita
Salah satu perhatian utama Novita adalah fitur aplikasi yang dirancang untuk meningkatkan keamanan pengemudi perempuan.
Saat ini, beberapa platform menyediakan fitur yang memungkinkan pengemudi wanita hanya menerima penumpang perempuan. Fitur ini diharapkan menjadi solusi untuk meminimalisasi risiko saat bekerja.
Namun, dalam praktiknya, Novita mengaku fitur tersebut belum berjalan optimal.
Masih Ada “Penumpang Nyelip”
Meski fitur telah diaktifkan, Novita mengungkapkan bahwa dirinya masih kerap mendapatkan penumpang laki-laki.
Dalam sehari bekerja, ia bisa menerima dua hingga tiga penumpang laki-laki, meskipun filter penumpang perempuan sudah dinyalakan.
“Kadang masih ada yang nyelip penumpang laki-laki,” ungkapnya.
Kondisi ini dinilai membuat fitur keamanan tersebut tidak efektif dan belum memberikan perlindungan maksimal bagi pengemudi perempuan.
Harapan Perbaikan Sistem dari Perusahaan
Novita berharap perusahaan penyedia layanan ojol dapat menyempurnakan sistem tersebut agar benar-benar berfungsi sesuai tujuan awal.
Ia menilai, jika fitur sudah tersedia, maka implementasinya harus konsisten tanpa celah yang membahayakan pengemudi.
“Kalau sudah pakai filter, harusnya benar-benar hanya dapat penumpang perempuan,” tegasnya.
Menurutnya, perbaikan teknis pada sistem aplikasi menjadi langkah penting untuk meningkatkan rasa aman saat bekerja di lapangan.
Realitas Ojol Perempuan di Lapangan
Pengalaman Novita mencerminkan realitas yang dihadapi banyak pengemudi ojol perempuan di Indonesia.
Selain menghadapi tantangan ekonomi, mereka juga harus berhadapan dengan risiko keamanan di jalan.
Kehadiran fitur khusus sebenarnya menjadi langkah awal yang positif, namun tanpa implementasi yang konsisten, manfaatnya dinilai belum optimal.
May Day Jadi Ruang Suara Pekerja Informal
Partisipasi pengemudi ojol dalam May Day 2026 menunjukkan bahwa isu ketenagakerjaan kini semakin meluas, mencakup sektor informal dan ekonomi digital.
Para pengemudi tidak hanya menuntut peningkatan pendapatan, tetapi juga perlindungan kerja yang lebih baik, termasuk aspek keselamatan berbasis teknologi.
Aksi ini menjadi pengingat bahwa transformasi dunia kerja harus diiringi dengan kebijakan dan sistem yang mampu menjamin keamanan serta kesejahteraan semua pekerja, tanpa terkecuali. (saa/nsp)