news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM)..
Sumber :
  • tvOnenews.com/Syifa Aulia

Kembali akan Terapkan Sistem Barak Militer, Dedi Mulyadi Geram ke Pelaku Kerusuhan Dago

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengambil langkah berani dalam menyikapi aksi kerusuhan yang pecah di kawasan Dago, Bandung. Tak hanya sekedar proses hukum ...
Minggu, 3 Mei 2026 - 22:33 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengambil langkah berani dalam menyikapi aksi kerusuhan yang pecah di kawasan Dago, Bandung.

Tak hanya sekadar proses hukum, Dedi menawarkan opsi pembinaan melalui program barak militer bagi para pelaku, termasuk enam pelajar aktif yang masih di bawah umur.

Langkah ini diambil sebagai upaya membentuk kembali karakter, disiplin, dan pemahaman kebangsaan para pemuda yang terlibat dalam tindakan anarkis tersebut.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM).
Sumber :
  • Antara

"Nanti bisa juga diarahkan mereka (pelaku kerusuhan) untuk mengikuti program pendidikan barak militer supaya mereka mengerti arah bangsa ini ke mana dan apa yang harus dilakukan," ujar Dedi Mulyadi saat ditemui di Sumedang, Jawa Barat, Minggu (3/5/2026).

Meski menawarkan pembinaan mental, Dedi menegaskan bahwa aspek hukum tetap berjalan sesuai dengan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Mengingat adanya pelaku di bawah umur, penanganan akan disesuaikan dengan aturan pidana anak yang berlaku.

Ia menambahkan bahwa program barak militer ini sejatinya sudah direncanakan untuk bulan Juni mendatang dengan kuota 250 peserta, yang mayoritas diisi oleh para ketua OSIS.

Dedi menilai para pelaku kerusuhan ini bisa saja "diselipkan" ke dalam program tersebut untuk mendapatkan pembinaan khusus.

"Bulan Juni ini ada sekitar 250 orang, termasuk para ketua OSIS, yang akan mengikuti pendidikan barak militer itu. Itu bisa saja mereka masuk untuk ikut dibina," tegasnya.

Dedi Mulyadi
Sumber :
  • YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL

Dedi Mulyadi juga memberikan catatan keras terkait kronologi kejadian pada Jumat, 1 Mei 2026 lalu.

Ia membantah keras jika aksi tersebut dikaitkan dengan perayaan Hari Buruh atau May Day. Menurutnya, perayaan May Day di Jawa Barat berlangsung aman dan tertib.

Kehadiran kelompok perusuh di Dago dinilai sangat janggal karena datang tanpa pemberitahuan resmi dan tanpa melakukan orasi layaknya demonstrasi pada umumnya.

Hal ini memperkuat dugaan bahwa aksi tersebut memang diniatkan untuk menciptakan gangguan keamanan.

"Bukan kasus May Day. Karena May Day berjalan dengan aman dan tertib, kemudian mereka tiba-tiba datang tanpa pemberitahuan, tanpa orasi. Artinya sudah diniatkan untuk membuat rusuh," pungkas Dedi.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:19
00:56
01:17
00:47
01:51
01:23

Viral