- Antara
Dedi Mulyadi Sebut Sejumlah Daerah Jateng dan Banten Masuk Tatar Sunda, Ini Alasannya
Jakarta, tvOnenews.com - Pemerintah Provinsi Jawa Barat secara resmi menetapkan "Milangkala Tatar Sunda" sebagai agenda rutin tahunan yang akan digelar secara berkelanjutan bagi masyarakat.
Kepastian ini disampaikan langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, saat berada di Sumedang pada Sabtu (2/5)
Menurutnya, legalitas kegiatan ini diperkuat melalui Peraturan Gubernur (Pergub) yang telah mendapatkan lampu hijau dari pemerintah pusat.
“Kegiatan ini (Minangkala Tatar Sunda) rutin. Makanya lahirlah yang disebut dengan Milangkala Tatar Sunda. Nanti ditetapkannya kan dalam pergub, sudah persetujuan Mendagri tanggal 18 Mei,” ujar Dedi Mulyadi.
Menariknya, perayaan ini tidak hanya menyasar warga yang secara administratif tinggal di Jawa Barat.
Dedi menegaskan bahwa jangkauan Milangkala Tatar Sunda akan merangkul daerah-daerah tetangga yang secara historis dan tradisi memiliki ikatan kuat dengan budaya Sunda, seperti Banten dan sebagian wilayah Jawa Tengah.
“Teman-teman yang dari Banten katakan, masuk Tatar Sunda. Kemudian, sebagian dari wilayah Jawa Tengah juga ada desa-desanya yang itu masih bertradisi Sunda. Nah, itu mereka bisa menjadi bagian untuk diingatkan,” tutur sang Gubernur.
Untuk tahun ini, puncak kemeriahan acara akan dipusatkan di area Gedung Sate, Bandung, dalam bentuk pertunjukan drama musikal yang megah, meskipun saat ini area halaman lokasi tersebut masih dalam tahap penataan.
Ke depan, Dedi memimpikan sebuah jalur budaya yang terkoneksi antarwilayah.
“Dari sini (Sumedang) ke induknya, dulu ke Kawali. Dari Kawali nanti kan melewati Cianjur. Mudah-mudahan ke depan semua wilayah yang dilalui itu bisa ikut terlibat, tidak lagi terbatas seperti sekarang karena masih ada keterbatasan waktu,” katanya.
Selain sebagai upaya pelestarian budaya, Dedi Mulyadi meyakini bahwa konsistensi penyelenggaraan acara ini akan menjadi mesin penggerak ekonomi baru, khususnya bagi pelaku UMKM dan sektor pariwisata daerah.
Meski persiapan tahun ini tergolong singkat, ia optimis dampak ekonominya akan sangat terasa.
“Tentu tinggi (potensi ekonomi). Ya, kalau setiap perayaan kegiatan kan selalu melahirkan UMKM. Dan yang paling utama nanti ya karena mungkin tahun ini mendadak. Tahun depan Sumedang sudah berdandan agar lebih siap,” ujarnya. (ant/dpi)