- Antara
Alasan Dedi Mulyadi Tetapkan Sumedang Jadi Titik Awal Milangkala Tatar Sunda
Jakarta, tvOnenews.com - Penetapan Kabupaten Sumedang sebagai lokasi awal perhelatan Milangkala Tatar Sunda bukan tanpa alasan yang kuat.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), mengungkapkan bahwa keputusan tersebut diambil berdasarkan bukti fisik sejarah yang masih terjaga hingga saat ini.
Dalam kunjungannya ke Sumedang pada Sabtu (2/4), Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa eksistensi Mahkota Binokasih menjadi bukti otentik yang menempatkan Sumedang pada posisi sentral dalam sejarah Sunda.
Ia menekankan pentingnya membangun kesadaran sejarah berdasarkan fakta kebendaan.
“Penetapan berlandaskan karena Mahkota Binokasih itu di Sumedang. Jadi jejak sejarah yang ada dalam wujud itu di Sumedang. Kalau yang lain kan kebanyakan narasi, cerita. Saya ingin berangkat dari fakta, bukan mitologi,” ujar Dedi Mulyadi.
Menurut KDM, Mahkota Binokasih merupakan kunci untuk memahami perjalanan peradaban Sunda yang meliputi Galuh, Pajajaran, hingga Sumedang Larang. Sejarah mencatat adanya masa transisi penting ketika pusat kekuasaan mengalami gejolak.
“Pakuan, Pajajaran dalam sejarahnya mengalami serangan, kemudian terjadi pembakaran terhadap kerajaan. Lalu ada proses penitipan pusaka ke Sumedang Larang,” jelasnya.
Lebih dari sekadar artefak, Milangkala Tatar Sunda juga dijadikan panggung untuk melestarikan kebudayaan secara luas, mulai dari seni musik hingga gaya berbusana.
Dedi menilai nilai-nilai tradisional Sunda sebenarnya sangat relevan dengan perkembangan zaman atau fashionable.
“Dari tata nilai musik misalnya itu melambangkan kelembutan. Dari tata nilai pakaian, kita ini sudah lama memiliki passion yang sangat tinggi. Pakaian bernuansa kerajaan itu kan sebenarnya fashionable,” ungkap KDM.
Penetapan agenda rutin ini diharapkan mampu memperkokoh jati diri masyarakat Sunda dengan menyambungkan kembali mata rantai sejarah yang sempat terputus.
Hal ini pun didukung dengan kajian akademik dari perguruan tinggi yang memperkuat nilai historis Mahkota Binokasih.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menyatakan rasa bangganya atas terpilihnya Sumedang sebagai titik tolak agenda besar ini.
Bagi masyarakat setempat, kegiatan ini memiliki makna yang mendalam bagi identitas mereka.
“Ini sebuah perhelatan yang luar biasa, sarat akan makna bagaimana sebuah Milangkala menjadi cerita sejarah dan kompas bagi masa depan Jawa Barat, dan Sumedang di dalamnya,” ujar Dony. (ant/dpi)