news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (Wamen PKP), Fahri Hamzah.
Sumber :
  • Abdul Gani Siregar/tvOnenews.com

Fahri Hamzah Bongkar Arah Ekonomi Prabowo: Bukan Anti-Pasar, Tapi Kembalikan SDA untuk Rakyat

Fahri Hamzah menilai publik keliru memahami arah kebijakan ekonomi Presiden Prabowo Subianto, terutama terkait pengelolaan sumber daya alam (SDA).
Senin, 4 Mei 2026 - 10:42 WIB
Reporter:
Editor :

Ia menambahkan, pengelolaan SDA saat ini juga diarahkan untuk membiayai pembangunan SDM unggul, yang nantinya akan menjadi fondasi ekonomi masa depan.

“Tetapi kalau sudah merupakan kemajuan, secara sumber daya manusianya, bisa memproduksi teknologi yang tinggi, maka porsi-porsi kebebasan dalam menyelenggarakan ekonomi dapat disesuaikan  dari kesibukan masyarakat itu sendiri,” ujarnya.

Fahri juga menyoroti upaya pemerintah menyatukan berbagai program jaminan sosial yang selama ini tersebar dalam banyak skema. Menurutnya, integrasi sistem akan meningkatkan efektivitas layanan sekaligus memperluas jangkauan perlindungan.

“Presiden sudah sangat baik dengan mengajak dengan mendisiplinkan kita dengan dikeluarkan Inpres DTSEN , tanggal 4 Februari 2025 lalu. Dan di DPR sekarang diselenggarakan pembahasan Undang-Undang Satu Data,” lugasnya.

Dengan sistem data terpadu, distribusi bantuan sosial dinilai akan lebih tepat sasaran dan mampu menjawab persoalan ketimpangan yang masih lebar di masyarakat.

“Keadilan sosial seperti dalam sila ke-5 Pancasila sesuatu yang dinanti-nanti. UUD 1945 dan batang tubuhnya, sangat jelas sekali. Melindungi segenap bangsa, seluruh tumpah darah, memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa adalah tujuan sekaligus janji negara kepada rakyatnya,” ungkap Fahri.

Di sisi lain, Fahri menekankan bahwa strategi besar pemerintah juga mencakup percepatan industrialisasi dan hilirisasi lintas sektor, dari tambang hingga pangan, guna menciptakan lapangan kerja dan memperluas kelas menengah.

“Kemajuan ini nanti pada akhirnya akan mempekerjakan lebih banyak masyarakat Indonesia dan menciptakan kelas menengah yang besar. Hal-hal ini yang sedang kita lakukan,” tegasnya.

Namun, ia mengingatkan bahwa keberhasilan agenda tersebut sangat bergantung pada kemampuan pemerintah menutup kebocoran pengelolaan SDA dan memberantas korupsi.

“Ini dua hal yang sedang dilakukan Presiden Prabowo, sehingga akan menghasilkan uang. Dan uang ini yang akan didistribusikan untuk mengakhiri gap di masyarakat,” katanya.

Fahri optimistis, dengan pendekatan sistematis dan berbasis konstitusi, Indonesia berada di jalur menuju negara kuat dengan pemerataan ekonomi yang lebih luas.

“Saya ingin meyakinkan masyarakat Indonesia, bahwa kita sedang berada pada jalur formasi penyelenggaraan Indonesia sebagai negara kuat. Mewujudkan impi dan cita-cita kita yang terpatri dalam Pancasila dan UUD 1945,” pungkasnya. (agr/muu)

Berita Terkait

1
2
Tampilkan Semua

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:43
01:22
04:53
03:45
06:52
01:17

Viral