news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi hadir langsung dalam rangkaian peringatan Milangkala Tatar Sunda 2026, Minggu (3/5/2026)..
Sumber :
  • Didin/Purwasuka Viva

Mengenal Mahkota Binokasih, Pusaka yang Dikirab Dedi Mulyadi di Situs Astana Gede Kawali

Suasana khidmat menyelimuti Situs Astana Gede Kawali, Kabupaten Ciamis, pada Minggu (3/5/2026) malam. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi hadir langsung dalam ...
Senin, 4 Mei 2026 - 17:04 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com – Suasana khidmat menyelimuti Situs Astana Gede Kawali, Kabupaten Ciamis, pada Minggu (3/5/2026) malam. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi hadir langsung dalam rangkaian peringatan Milangkala Tatar Sunda 2026 yang bertajuk "Kawali Mulang Ka Diri".

Kegiatan budaya ini merupakan bagian dari agenda besar “Napak Tilas Padjajaran” yang telah dimulai sejak 2 Mei di Sumedang.

Rangkaian perjalanan sejarah ini dijadwalkan akan terus berlanjut ke berbagai wilayah di Jawa Barat sebelum mencapai puncaknya di Kota Bandung pada 16–17 Mei mendatang.

Sejak sore hari, ribuan masyarakat telah memadati rute kirab demi menyaksikan iring-iringan budaya yang jarang terjadi ini.

Dedi Mulyadi tiba di lokasi sekitar pukul 19.30 WIB dan langsung membaur dengan warga sebelum duduk bersimpuh mendengarkan alunan rajah pembuka dengan penuh takzim.

Iring-iringan Mahkota Binokasih

Puncak acara ditandai dengan kirab budaya di mana Dedi Mulyadi beserta jajaran pejabat Pemprov Jabar menaiki kuda, mengawal kereta kencana yang membawa Mahkota Binokasih.

Mahkota legendaris tersebut diarak dari Taman Surawisesa Kawali menuju titik akhir di Situs Astana Gede Kawali.

Meski hujan deras sempat mengguyur wilayah Kawali, semangat warga tidak surut sedikit pun.

Masyarakat tetap bertahan di sepanjang jalur, mulai dari Jalan Talagasari hingga Jalan Walahir, untuk menyaksikan beragam kesenian daerah yang tampil memukau dalam iring-iringan tersebut.

Mengenal Mahkota Binokasih: Simbol Kejayaan Sunda

Mahkota Binokasih (Binokasih Sanghyang Pake) bukanlah sekadar perhiasan biasa. Ini adalah mahkota pusaka peninggalan Kerajaan Sunda (Pajajaran) dari abad ke-14 yang kini tersimpan rapi di Museum Prabu Geusan Ulun, Sumedang.

Terbuat dari emas murni seberat 8 kg, mahkota ini memiliki nilai filosofis dan sejarah yang sangat dalam bagi masyarakat Jawa Barat:

Asal-Usul: Dibuat di Kerajaan Galuh oleh Prabu Bunisora Suradipati, mahkota ini menjadi simbol legitimasi kekuasaan Pajajaran sebelum akhirnya diserahkan ke Kerajaan Sumedang Larang.

Filosofi Kasih Sayang: Nama Binokasih bermakna kasih sayang yang harus diimplementasikan dalam kehidupan. Bentuknya yang bersusun melambangkan konsep Tritangtu Sunda (silih asah, silih asih, silih asuh).

Simbol Alam: Hiasan burung julang dan bunga wijaya kusuma pada mahkota melambangkan kekuatan serta kesetiaan.

Kirab Mahkota Binokasih dalam rangkaian Milangkala Tatar Sunda ini bukan sekadar tontonan, melainkan pengingat bagi generasi muda akan tingginya peradaban dan nilai-nilai luhur leluhur Sunda di masa lalu.

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

00:58
00:58
00:49
04:00
02:43
01:22

Viral