- Antara
Respons Menohok KDM soal Sidang Kasus Pembunuhan Sekeluarga di Indramayu, Dedi Mulyadi: Hakim Harus Bisa Membuktikan!
Jakarta, tvOnenews.com - Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi atau akrab disapa KDM melontarkan respons menohok terkait kasus pembunuhan sekeluarga di Indramayu.
Seperti diketahui, terdakwa dalam kasus pembunuhan keluarga Syahroni membantah dirinya sebagai pelaku utama dalam peristiwa tersebut.
Bantahan itu disampaikan saat persidangan berlangsung. Kemudian, di hadapan majelis hakim, terdakwa Ririn menolak seluruh dakwaan jaksa penuntut umum.
Ia mengaku tidak terlibat dalam pembunuhan dan menyebut tidak berada di lokasi saat kejadian terjadi.
Menyikapi hal ini, Dedi Mulyadi, turut memberikan pernyataan terkait kasus tersebut melalui tayangan di kanal YouTube miliknya, yang dikutip detikJabar pada Senin (4/5/2026).
KDM menekankan pentingnya keadilan dalam proses hukum yang berjalan.
"Ririn dan Priyo ini adalah apabila dia pelaku yang sebenarnya maka hakim harus bisa membuktikan dan memberikan hukuman yang adil seadil-adilnya menurut undang-undang. Tetapi andai kata pelaku (Ririn dan Priyo) ini bukan pelakunya, maka hakim juga harus bisa membuktikan bahwa ini bukan pelakunya atau pengacara (terdakwa Ririn dan Priyo) harus bisa membuktikan di pengadilan bahwa mereka bukan pelakunya," ujar KDM dalam video yang diunggahnya.
"Kemudian juga kalau kedua terdakwa ini mengatakan bahwa pelaku sebenarnya adalah Joko, Hardi, Yoga dan Aman Yani, maka harus dibuktikan," lanjut KDM menjelaskan.
Selain itu, KDM juga menyoroti pentingnya mengungkap fakta secara terang agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.
Sementara itu, pihak keluarga yang merupakan kakak dari korban Euis, Rocky Gemilang berharap keadilan dapat ditegakkan melalui persidangan.
"Kami berharap hakim bisa melihat fakta yang ada dan memberikan putusan seadil-adilnya. Kami ingin keadilan untuk keluarga kami," ujar Rocky.
Hingga kini, kasus ini masih bergulir di persidangan dan mendapatkan perhatian yang luar biasa di publik, khususnya masyarakat Indramayu.
Imanudin (24), salah seorang warga Desa Panyingkiran Kidul, Kecamatan Cantigi, Indramayu, mengatakan bahwa informasi yang ada baru-baru ini justru menjauhkan kasus dari titik terang.
"Saat ini kita jadi bingung, ada dua versi yang menimbulkan pro-kontra, fakta sebenarnya yang mana?," ujar Iman, Senin (4/5/2026).