- jabarprov.go.id
Tak Ingin Tragedi Kereta Bekasi Terulang, Dedi Mulyadi Perintahkan Seluruh Bupati-Wali Kota Bangun Palang Kereta Api Sesegera Mungkin
Jakarta, tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) mengambil langkah tegas guna meminimalisir risiko kecelakaan di perlintasan sebidang kereta api.
Melalui instruksi resmi yang dikirimkan kepada seluruh Bupati dan Wali Kota di Jawa Barat, Dedi Mulyadi menekankan urgensi pembangunan palang pintu serta penempatan petugas jaga di titik-titik perlintasan yang selama ini belum memiliki infrastruktur keamanan.
Kebijakan ini diambil sebagai respons cepat atas insiden tabrakan yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur pada akhir April lalu.
Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat, Dhani Gumelar, mengonfirmasi bahwa pemerintah provinsi siap memberikan dukungan penuh bagi daerah yang terkendala anggaran.
"Kami pun membuka opsi bantuan keuangan (bankeu) untuk pembangunan palang pintu kereta api pada ruas jalan yang menjadi kewenangan kabupaten/kota," ujar Dhani pada Jumat (1/5), dikutip dari lama jabarprov.go.id.
Sejauh ini, sejumlah daerah seperti Kabupaten Indramayu, Kabupaten Garut, Kota Banjar, serta Kota dan Kabupaten Cirebon telah mengajukan usulan terkait pembangunan tersebut.
Dishub Jabar sendiri telah memulai langkah nyata sejak 2025 dengan membangun pos jaga dan palang pintu di JPL 211 Garut. Sementara untuk tahun 2026, perencanaan teknis (DED) sedang disusun untuk perlintasan di Kota Sukabumi.
Namun, upaya perlindungan nyawa warga tidak berhenti pada pembangunan palang pintu saja.
Dedi Mulyadi melalui Dishub Jabar juga merencanakan solusi jangka panjang berupa pembangunan flyover atau underpass di 16 lokasi strategis.
Beberapa wilayah yang menjadi target antara lain Bekasi, Karawang, Cimahi, Bandung, Garut, Cirebon, Bogor, Indramayu, hingga Subang.
Dhani menjelaskan bahwa pemilihan lokasi pembangunan jembatan layang ini telah melalui kajian mendalam dan usulan dari pemerintah daerah setempat.
"Kami prioritastas pembangunan flyover/ underpass di perlintasan kereta api dengan jalur ganda (double track) dan volume lalu lintas tinggi, untuk usulan pembangunan tersebut telah disampaikan kepada Bappeda Provinsi Jawa Barat dan Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat," jelas Dhani.
Selain infrastruktur besar, aspek detail seperti rambu-rambu lalu lintas juga menjadi perhatian serius dalam masa kepemimpinan Dedi Mulyadi.
Berdasarkan hasil inventarisasi tahun lalu, Dishub Jabar menjadwalkan penggantian dan pemasangan rambu-rambu baru di seluruh perlintasan kereta api pada ruas jalan provinsi sepanjang tahun 2026 ini guna memastikan keselamatan pengguna jalan tetap terjaga. (dpi)