news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM)..
Sumber :
  • tvOnenews.com/Syifa Aulia

Jalankan Nilai-Nilai Leluhur seperti Deudeuhan hingga Welasan, Dedi Mulyadi: Tidak Boleh Ada Rakyat Sakit yang Tidak Terobati

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berkomitmen menjalankan nilai-nilai leluhur seperti deudeuhan, welasan dan asihan dalam kepemimpinannya.
Selasa, 5 Mei 2026 - 09:39 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berkomitmen menjalankan nilai-nilai leluhur seperti deudeuhan, welasan dan asihan dalam kepemimpinannya.

“Tidak boleh ada rakyat yang sakit yang tidak terobati. Tidak boleh ada rakyat yang tidak bisa sekolah,” katanya di acara Kirab Budaya Napak Tilas Padjadjaran dikutip pada Selasa (5/5/2026). 

Di samping menegaskan komitmennya, Kang Dedi Mulyadi atau KDM juga mengajak masyarakat menjaga lingkungan termasuk sungai, bendungan, sawah dan kebun sebagai bagian dari tanggung jawab bersama dalam menjaga warisan leluhur.

Di acara yang digelar di Kabupaten Sumedang ini, KDM turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada keluarga besar Keraton Sumedang Larang atas dukungan dalam pelaksanaan kirab tersebut. 

“Terima kasih telah memberi ruang bagi kita untuk bersama-sama mengembalikan karisma mahkota Indonesia,” ujarnya.

Adapun Kirab Budaya Napak Tilas Padjadjaran yang digelar pada Sabtu (2/5/2026) malam lalu dimulai dari kawasan Gedung Negara dan Museum Geusan Ulun.

Setelah itu, kirab pun menuju pusat pemerintahan Kabupaten Sumedang dengan jarak tempuh sekitar 2–3 kilometer.

Rangkaian diawali iring-iringan berkuda yang dipimpin langsung Dedi Mulyadi. 

Di belakangnya terdapat tiga kereta kencana termasuk yang membawa Mahkota Binokasih sebagai simbol kebesaran budaya Sunda. 

Sebagai penutup, kirab dimeriahkan oleh penampilan 27 kesenian unggulan dari kabupaten/kota se-Jawa Barat yang memukau masyarakat di sepanjang rute.

Tak berhenti di situ, kirab berlanjut ke Kabupaten Ciamis pada Minggu (3/5/2026).

Di wilayah ini, Mahkota Binokasih diarak menggunakan kereta kencana dari Alun-Alun Kawali menuju Astana Gede Kawali dengan jarak tempuh sekitar 1 kilometer.

KDM berharap Kirab Budaya Tatar Sunda ini tidak hanya menjadi ruang ekspresi budaya, tapi juga memperkuat kebersamaan masyarakat dan mendorong pergerakan ekonomi lokal di berbagai daerah yang dilalui. (nsi)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

07:27
04:27
01:30
01:12
02:25
02:51

Viral