- YouTube/Yusril Ihza Mahendra Official
Respons Menohok Wapres Gibran Terkait 50 Santriwati Jadi Korban Kekerasan Seksual di Pati
Jakarta, tvOnenews.com - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka lontarkan respons menohok terkait puluhan santriwati di Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah, menjadi korban kekerasan seksual.
Dia mengatakan mengecam keras tindakan kekerasan seksual dalam kasus tersebut. Diketahui, sebanyak 50 santriwati menjadi korban kekerasan seksual yang dilakukan oleh pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo, Kiai Ashari.
“Saya mengecam keras kejadian pelecehan terhadap santriwati yang terjadi di Pati,” kata Gibran dalam keterangan tertulis, Selasa (5/5/2026).
Gibran menegaskan tindakan kekerasan seksual kepada siapapun tidak boleh mendapat toleransi. Dia mendesak aparat penegak hukum melanjutkan proses hukum terhadap pelaku.
- istimewa
“Tindakan tersebut tidak dapat ditoleransi. Proses hukum akan dilakukan secara tegas, transparan, dan berkeadilan,” jelasnya.
Dia mengatakan lingkungan sekolah maupun pesantren harus menjadi tempat aman dan nyaman bagi anak-anak.
“Pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo menempatkan perlindungan anak sebagai prioritas. Sekolah maupun pesantren harus menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi anak-anak,” tuturnya.
Gibran mengebut pemerintah akan memperkuat pengawasan dan perlindungan bagi siswa maupun santri agar tidak ada lagi kasus kekerasan seksual di lingkungan pendidikan.
“Ke depan, pengawasan dan perlindungan peserta didik akan diperkuat untuk mencegah kejadian serupa terulang,” jelasnya.
Lebih lanjut, dia meminta kepada jajarannya untuk memberikan pendampingan psikologis bagi korban untuk memulihkan traumanya.
“Saya juga telah meminta agar pendampingan psikologis dan trauma healing diberikan secara intensif kepada para korban,” pungkas Gibran. (saa/aag)