- Antara
Warga Bogor Teriak! Dedi Mulyadi Didesak Tangani Dua Masalah Krusial, dari Alih Fungsi Lahan hingga Tambang Dibuka
Jakarta, tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mendapat dua permintaan berbeda yang sama-sama mendesak dari wilayah Bogor. Permohonan tersebut datang dari warga yang khawatir terhadap ancaman bencana serta dari pemerintah daerah terkait kebijakan tambang.
Salah satu permintaan muncul dari seorang warga yang videonya diunggah melalui akun TikTok milik Dedi Mulyadi. Dalam rekaman itu, seorang pemuda memperlihatkan kondisi sungai dengan arus deras yang meluap dan mengancam bangunan di sekitarnya.
"Tolong Pak Dedi, Kita yang di kobong (sambil menunjuk bangunan di dekat sungai) terancam sekali," ujar pemuda dalam video yang diunggah Dedi Mulyadi.
Pemuda tersebut juga menyinggung kondisi di bagian hulu sungai yang kini dimanfaatkan sebagai kawasan wisata, serta menyebut adanya aktivitas penebangan hutan.
Menanggapi hal itu, KDM, sapaan akrbanya, menjelaskan bahwa berbagai bencana yang belakangan terjadi di Bogor, seperti banjir dan longsor, berkaitan dengan perubahan penggunaan lahan. Ia menilai kawasan yang sebelumnya berfungsi sebagai daerah resapan air kini banyak beralih fungsi.
"Saat ini Pemprov Jabar berusaha mengembalikan tata ruang Bogor agar gunung-gunungnya terselamatkan, aliran sungainya terselamatkan, sehingga bencana tidak datang setiap waktu," ujarnya.
Ia juga mencontohkan perubahan lanskap di wilayah Sukamakmur yang kini banyak dijadikan kawasan permukiman. Menurutnya, peran Bogor sangat penting sebagai wilayah penyangga bagi daerah lain di sekitarnya.
"Bogor itu menjaga Bekasi, Karawang, Jakarta. Kalau ingin Bogor terbebas dari bencana, Bekasi Terjaga dari bencana, yuk sama-sama jaga wilayah Bogor jangan hanya menjadi pusat eksploitasi berbagai kepentingan," tutup Dedi Mulyadi.
Di sisi lain, permintaan juga datang dari Bupati Bogor, Rudy Susmanto. Ia meminta agar kebijakan penutupan tambang di sejumlah wilayah dapat ditinjau kembali.
Permintaan tersebut disampaikan saat dirinya bertemu dengan massa aksi di Lapangan Tegar Beriman, Cibinong, pada Senin (4/5/2026). Rudy menyebut kebijakan tersebut berdampak pada mata pencaharian warga.
Ia mendorong agar operasional tambang yang berada di Cigudeg, Rumpin, dan Parungpanjang dapat dibuka kembali, dengan catatan tetap mengikuti aturan yang berlaku.
"Hari ini di hadapan umum, di hadapan publik, kami meminta kebijakan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, bantu masyarakat Bogor, buka kembali tambang yang berizin," ujarnya.
Rudy juga menegaskan kesiapan masyarakat untuk mematuhi regulasi serta menjaga lingkungan jika aktivitas tambang kembali berjalan.
"Pak Gubernur, tolong kami, puluhan ribu masyarakat kami hari ini bergantung terhadap tambang khususnya yang berada di wilayah Barat. Sekali lagi, kami siap diatur, kami siap mengikuti aturan," katanya.
Dua permintaan tersebut menunjukkan dilema yang dihadapi pemerintah daerah, antara menjaga lingkungan dari risiko bencana dan mempertimbangkan kebutuhan ekonomi masyarakat. (nba)