- Syifa Aulia/tvOnenews
Pemprov Ungkap Jumlah RW Kumuh di Jakarta Menurun Tahun Ini
Jakarta, tvOnenews.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan jumlah Rukun Warga (RW) kumuh mengalami penurunan pada tahun ini.
Hal itu disampaikan usai bertemu tim Badan Pusat Statistik di Balai Kota Jakarta, Rabu (6/5/2026). Penurunan tersebut merupakan hasil catatan BPS.
“Jadi ada penurunan RW kumuh dari 445 di tahun 2017 menjadi 211 di tahun ini. Penurunannya kurang lebih 52,58 persen,” kata Pramono.
Sementara itu, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan bahwa pihaknya menggunakan metode citra satelit dan pendataan langsung di lapangan untuk memverifikasi RW kumuh di Jakarta.
“Sehingga dengan demikian, hasil dari pendataan RW kumuh yang kami hadirkan untuk Pak Gubernur DKI Jakarta itu akan lebih akurat karena menggunakan perkembangan teknologi terkini,” jelas Amalia.
Berdasarkan catatan BPS, total RW di Jakarta sebanyak 2.749 RW. Setelah dilakukan pendataan lebih lanjut pada 2025, jumlah RW kumuh mencapai 211.
Amalia menjelaskan ada 11 kriteria RW tersebut diberi label kumuh. Pertama, tingkat kepadatan penduduk. Kedua, kepadatan bangunan. Ketiga, konstruksi bangunan tempat tinggal.
“Kemudian empat, kondisi ventilasi dan pencahayaan bangunan tempat tinggal. Kelima, tempat buang air besar. Keenam, cara membuang sampah. Ketujuh, frekuensi pengangkutan sampah,” jelasnya.
Kedelapan, keadaan saluran air. Kesembilan, keadaan jalan lingkungan. Sepuluh, penerangan jalan umum. Terakhir, tata letak bangunan.
“Jadi esensinya adalah kekumuhan dari suatu RT yang kemudian nanti kita agregasi menjadi RW kumuh, tidak hanya dilihat dari bentuk bangunan dan kepadatan bangunannya saja dan kondisi kelayakan bangunan, tetapi juga dilihat dari kondisi fasilitas lingkungan dan sanitasi,” pumgkas Amalia. (saa/iwh)