news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Guru BK di Garut Cukur Rambut Belasan Siswinya.
Sumber :
  • Tangkapan layar

Guru BK di Garut Cukur Rambut Belasan Siswinya, Dedi Mulyadi Tanya Langsung Alasannya Warnai Rambut dan Pakai Makeup Menor, Siswi: Biar Cantik Pak!

Viral di media sosial soal guru BK di salah satu SMKN di Garut mencukur rambut belasan siswinya. Sontak video yang viral ini disorot Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Kamis, 7 Mei 2026 - 08:02 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Viral di media sosial soal guru BK di salah satu SMKN di Garut mencukur rambut belasan siswinya. Sontak video yang viral ini disorot Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Tak tinggal diam, Kang Dedi Mulyadi atau KDM mendatangkan oknum guru BK dan sejumlah siswi tersebut untuk dimintai keterangannya. 

KDM penasaran apa yang membuat belasan siswi memilih untuk mewarnai rambutnya dan menggunakan makeup berlebihan ke sekolah.

"Biar cantik, Pak," jawab salah satu siswi tersebut. 

Adapun sebelumnya Dedi Mulyadi juga bertanya apa alasan guru BK memotong rambut mereka. 

Mulanya KDM mengira anak-anak tersebut sering bolos. Namun, ternyata, guru BK itu punya alasan tersendiri. 

Guru BK itu mengatakan belasan siswi itu tidak sering bolos dan tidak ada masalah apa-apa secara akademis. Hanya saja, menurut dia, penampilan siswi-siswi tersebut dinilai berlebihan.

"Yang meresahkan kami baru-baru ini tentang penampilan siswa. Mereka berkerudung cuma dalam hal badan, kosmetiknya berlebihan," katanya dilansir dari kanal YouTube Lembur Pakuan Channel, Kamis (7/5/2026).

"Keresahan kami tentang penampilan siswi. Anak-anak laki-laki merasa resah karena rambut siswi-siswinya berwarna. Ke luar gerbang dibuka kerudungnya padahal masih pakai seragam. Akumulasi dari sana dari sini," sambungnya. 

Guru BK itu mengatakan dirinya melakukan hal itu karena menyayangi anak-anak didiknya. 

Mendengar jawaban tersebut, KDM punya pandangan tersendiri. Menurutnya, guru BK sebaiknya mengingatkan dan melaporkan kepada orang tuanya terlebih dahulu ketimbang langsung mengambil tindakan seperti di video yang viral itu.

"Penampilan terlalu menor itu wajar. Kan tinggal diingatkan. Biasakan guru untuk memberikan surat kepada orang tuanya minimal, 'Anak ibu bernama ini berpenampilan terlalu menor. Mohon kepada ibu untuk segera datang ke sekolah membicarakannya'," kata KDM. 

Selain itu, Dedi Mulyadi juga turut menyoroti jurusan siswi-siswi SMK tersebut yang ternyata dari jurusan broadcasting yang dikenal ekspresif dan kreatif. 

"Apakah mungkin bahwa karakter itu juga dipengaruhi oleh kejuruan? Misalnya anak ini rambutnya gondrong banget tapi memang dia pelukis. Di salah satu di daerah, ada yang ke sekolahnya pakai sendal jepit, bajunya bebas, anaknya gondrong, merdeka, tapi hasil anak-anaknya orang-orang kreatif," ucapnya. 

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:18
10:20
05:59
01:27
00:49
02:49

Viral