- Dok. Kemenko Perekonomian
ASEAN, konflik global, Timur Tengah, Amerika Serikat, Israel, Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto
Program ini mencakup reformasi institusi, pendalaman integrasi ekonomi dan keuangan, penguatan ketahanan energi dan pangan, hingga pengamanan rantai pasok maritim.
Mewakili Indonesia, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan, ASEAN harus bergerak cepat dan solid menghadapi dampak perang global.
“Untuk mengatasi disrupsi, diperlukan ketahanan energi, optimalisasi platform kerja sama yang ada, dan fokus pada penguatan perdagangan antar anggota ASEAN dengan mitra strategis, seperti ASEAN Plus One FTAs dan the Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) serta memanfaatkan kerjasama ketahanan energi seperti ASEAN Power Grid (APG) and ASEAN Framework Agreement on Petroleum Security (APSA),” tutur Menko Airlangga, dalam keterangannya.
“Selain itu, pemanfaatan kekuatan sentralitas ASEAN diperlukan untuk membangun supply chain resilience di Kawasan,” lanjutnya.
Ia juga menekankan pentingnya diversifikasi sumber energi dan jalur pasokan, penguatan cadangan energi kawasan, serta peningkatan perdagangan intra-ASEAN sebagai tameng menghadapi tekanan global.
Di tengah ancaman perang dan krisis energi dunia, forum AECC tahun ini menjadi salah satu pertemuan paling krusial bagi ASEAN dalam menentukan arah ketahanan ekonomi kawasan ke depan. (agr/ree)