news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Menlu Sugiono.
Sumber :
  • Abdul Gani Siregar

ASEAN Diuji Konflik Timur Tengah, Menlu Sugiono Serukan Soliditas Kawasan di KTT ke-48 Filipina

Menteri Luar Negeri Sugiono memperingatkan bahwa ketahanan ASEAN kembali berada di titik ujian menyusul efek domino konflik Timur Tengah yang mulai mengguncang stabilitas global, termasuk kawasan Asia Tenggara.
Kamis, 7 Mei 2026 - 12:54 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com – Menteri Luar Negeri Sugiono memperingatkan bahwa ketahanan ASEAN kembali berada di titik ujian menyusul efek domino konflik Timur Tengah yang mulai mengguncang stabilitas global, termasuk kawasan Asia Tenggara.

Pernyataan itu disampaikan Sugiono dalam ASEAN Foreign Ministers’ Meeting (AMM) pada rangkaian KTT ASEAN ke-48 di Cebu, Filipina, Kamis (7/5/2026).

Menurut Sugiono, konflik global saat ini tidak lagi berdampak terbatas pada kawasan tertentu, tetapi telah menciptakan tekanan luas terhadap stabilitas ekonomi, keamanan, hingga hubungan geopolitik internasional.

“Hari ini, ketahanan ASEAN sekali lagi diuji oleh efek riak dari konflik di Timur Tengah,” tegas dia, dalam intervensinya.

Di tengah situasi tersebut, Indonesia mendorong ASEAN tampil lebih solid dan terkoordinasi dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.

“Secara historis, ASEAN telah mampu menunjukkan ketahanan dalam menanggapi tantangan di wilayah tersebut,” tuturnya.

Sugiono menekankan bahwa hasil pembahasan dalam pertemuan khusus para menteri luar negeri ASEAN sebelumnya harus segera diterjemahkan menjadi langkah konkret untuk memperkuat kohesi internal kawasan.

“Kita sekarang harus menyentuh diskusi dari AMM Khusus baru-baru ini untuk ASEAN yang lebih terkoordinasi dalam maju dengan kohesi internal yang lebih kuat dan keterlibatan eksternal yang lebih bermakna,” jelas Sugiono.

Ia juga menyoroti posisi ASEAN yang dinilai tetap dipercaya dunia internasional di tengah meningkatnya ketidakpastian global.

Hal itu tercermin dari semakin banyaknya negara yang ingin bergabung dalam Treaty of Amity and Cooperation in Southeast Asia (TAC).

“Di dunia yang semakin bergejolak, ASEAN tetap menjadi mitra yang tepercaya, stabil, dan dapat diandalkan, ditunjukkan oleh meningkatnya jumlah aksesi ke TAC (Treaty of Amity and Cooperation in Southeast Asia),” ungkap politikus Partai Gerindra ini.

Menurut Sugiono, tingginya minat negara mitra terhadap TAC menjadi bukti bahwa ASEAN masih dipandang sebagai jangkar stabilitas kawasan.

“Kita juga harus mempercepat prosesnya karena sangat jelas bahwa ASEAN dipercaya oleh mitra eksternal kita,” kata dia.

Lebih jauh, Sugiono menegaskan TAC tidak boleh dipandang sekadar dokumen diplomatik simbolis, melainkan instrumen strategis untuk memperdalam kerja sama konkret antarnegara.

“TAC bukan hanya perjanjian pengekangan, tetapi ini adalah ajakan untuk bertindak dalam memperdalam keterlibatan dengan Pihak-pihak yang Berkontrak Tinggi di bidang kepentingan bersama dan semakin meningkatkan relevansinya,” jelas Sugiono.

Dalam forum tersebut, Indonesia juga kembali menekankan pentingnya pendekatan inklusif ASEAN di tengah rivalitas global yang semakin tajam.

“Dalam konteks ini, pendekatan inklusif ASEAN tetap menjadi kunci untuk mendorong keterlibatan eksternal yang lebih konstruktif,” kata dia.

Untuk itu, guna memperluas kemitraan ASEAN, Menlu RI juga menyampaikan dukungan Indonesia untuk Turki dapat segera menjadi mitra wicara ASEAN.

Pernyataan Sugiono muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran negara-negara ASEAN terhadap dampak konflik Timur Tengah terhadap energi, perdagangan, inflasi, dan stabilitas ekonomi kawasan.

Forum AMM kali ini pun menjadi momentum penting bagi ASEAN untuk menunjukkan soliditasnya menghadapi dunia yang kian tidak menentu. (agr/nsi)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:37
01:32
02:27
01:02
01:24
05:18

Viral