news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Kepala Bakom Muhammad Qodari mengumumkan pemerintah merangkul 40 Homeless Media untuk strategi komunikasi..
Sumber :
  • YouTube Bakom Pemerintah RI

Ramai Isu Homeless Media Digandeng Pemerintah, Sejumlah Media dan Kreator Kompak Bantah Masuk Forum INMF

Polemik homeless media ramai dibahas usai puluhan media digital disebut jadi mitra baru pemerintah dalam forum INMF dan memicu bantahan terbuka.
Kamis, 7 Mei 2026 - 14:00 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Jagat media sosial tengah diramaikan dengan polemik mengenai homeless media setelah beredar daftar sekitar 40 media digital dan akun kreator yang disebut menjadi bagian dari “mitra baru pemerintah” dalam forum Indonesia New Media Forum (INMF).

Isu homeless media ini mencuat usai Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah RI Muhammad Qodari menyebut sejumlah media digital atau homeless media mulai dirangkul pemerintah sebagai bagian dari transformasi komunikasi publik di era digital.

Namun, polemik homeless media justru semakin melebar setelah sejumlah media dan akun kreator yang namanya tercantum dalam daftar tersebut memberikan bantahan terbuka dan menegaskan tidak pernah bergabung maupun menghadiri agenda terkait INMF.

Polemik Homeless Media Jadi Sorotan Media Sosial

Daftar homeless media yang beredar di media sosial langsung memicu perdebatan luas di kalangan publik. Sejumlah nama media digital populer disebut masuk dalam forum INMF, mulai dari Folkative, Indozone, Dagelan, Indomusikgram, Narasi, USS Feed, GNFI, CXO Media, Kok Bisa?, hingga The Maple Media.

Selain itu, terdapat pula sejumlah akun kreator dan komunitas digital seperti Ngomongin Uang, Good Stats, Kawan Hawa, Big Alpha, Mahasiswa dan Jakarta, hingga Bapak2ID.

Istilah homeless media sendiri menjadi pembahasan utama karena disebut sebagai kelompok media digital baru yang sebelumnya tidak masuk kategori media konvensional, namun kini mulai dirangkul pemerintah dalam strategi komunikasi publik nasional.

Di media sosial, publik mempertanyakan validitas daftar homeless media tersebut. Beberapa nama bahkan diduga mengalami salah penulisan maupun identitas akun yang belum jelas.

Nama seperti “Folks Daily”, “NKTSHI”, dan “Notch Plus” ikut diperdebatkan oleh warganet. Bahkan muncul revisi penulisan beberapa nama media digital yang disebut telah diperbarui.

Narasi Tegaskan Tidak Bergabung dengan INMF

Polemik homeless media makin memanas setelah Narasi mengeluarkan pernyataan sikap resmi melalui akun Instagram @narasinewsroom.

Dalam klarifikasinya, Narasi menegaskan tidak bergabung dalam Indonesia New Media Forum (INMF) dan tidak mengetahui agenda maupun pertemuan yang berkaitan dengan Badan Komunikasi Pemerintah pada 6 Mei 2026.

Narasi juga menyatakan pihaknya tidak terlibat serta tidak menghadiri forum yang dimaksud.

Selain itu, Narasi menegaskan statusnya sebagai media resmi yang telah terdaftar dan terverifikasi Dewan Pers dengan nomor sertifikat 472/DP-Verifikasi/K/XI/2019.

Pihak Narasi juga menegaskan bahwa operasional medianya berjalan sesuai Kode Etik Jurnalistik Dewan Pers.

Klarifikasi tersebut langsung menjadi perhatian publik karena Narasi termasuk salah satu nama yang ramai disebut sebagai bagian dari homeless media yang digandeng pemerintah.

Bapak2ID dan Ngomongin Uang Ikut Membantah

Bantahan terkait isu homeless media juga datang dari founder Bapak2ID, James Jan Markus.

James membantah pernyataan yang menyebut Bapak2ID menjadi bagian dari homeless media mitra Bakom RI.

“Beritanya tidak benar, dan kami tidak pernah menghadiri acara yang disebutkan,” ujar James.

Ia menegaskan Bapak2ID tidak memiliki afiliasi dengan pihak mana pun dan meminta agar namanya dihapus dari pemberitaan yang menyebut akun tersebut sebagai mitra pemerintah.

Menurut James, pihak Bakom juga tidak pernah melakukan komunikasi langsung maupun pendekatan resmi kepada Bapak2ID.

Sementara itu, akun edukasi finansial Ngomongin Uang juga mengeluarkan bantahan serupa.

Dalam pernyataan resminya, tim Ngomongin Uang menyebut tidak pernah menerima undangan, menghadiri pertemuan, ataupun menjalin komunikasi digital maupun tatap muka dengan Bakom RI.

“Oleh karena itu, klaim di berbagai media yang menyatakan bahwa Ngomongin Uang digandeng ataupun menjadi mitra pemerintah adalah tidak benar,” tulis pernyataan mereka.

Indomusikgram Akui Masuk Grup WhatsApp INMF

Berbeda dengan bantahan total dari beberapa media lain, Indomusikgram mengakui sempat tergabung dalam grup WhatsApp Indonesia New Media Forum.

Namun, mereka menegaskan keberadaan dalam grup tersebut tidak dapat diartikan sebagai bagian dari kemitraan resmi dengan pemerintah.

Indomusikgram menyatakan tidak pernah bertemu langsung dengan pihak Bakom RI baik secara digital maupun tatap muka.

Mereka juga menegaskan statusnya tetap independen sebagai komunitas musik Indonesia dan tidak terafiliasi dengan kepentingan politik tertentu.

“Segala klaim yang menyebutkan Indomusikgram sebagai bagian dari kemitraan dengan Badan Komunikasi Pemerintah RI adalah keliru dan tidak berdasar,” tulis pernyataan resmi akun tersebut.

Qodari Sebut Homeless Media Sedang Bertransformasi

Sebelumnya, Muhammad Qodari menjelaskan bahwa homeless media kini tengah bertransformasi menjadi new media yang memiliki pengaruh besar dalam komunikasi publik digital.

Menurut dia, pemerintah perlu merangkul homeless media agar komunikasi kepada masyarakat semakin luas dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

“New Media Forum ini sebuah kolaborasi dari beberapa pelaku new media. Jadi dulu namanya dikenal dengan istilah homeless media, tapi teman-teman berusaha bertransformasi menjadi new media,” kata Qodari dalam jumpa pers di kantor Bakom RI, Jakarta, Rabu (6/5/2026).

Qodari menilai keberadaan homeless media menjadi bagian penting dari realitas komunikasi modern karena masyarakat kini lebih banyak mengakses informasi melalui platform digital dan media sosial.

Ia juga menyebut pendekatan terhadap homeless media dilakukan agar kualitas produk media digital semakin berkembang dan mampu setara dengan media konvensional.

“Kalau silaturahmi kan nanti poin-poin masukan, saran, itu bisa tersampaikan dengan baik,” ujar Qodari.

Hingga kini, polemik homeless media dan Indonesia New Media Forum masih menjadi sorotan publik. Banyak pihak menunggu penjelasan lebih rinci dari Badan Komunikasi Pemerintah terkait struktur organisasi, mekanisme forum, hingga validitas daftar media yang beredar luas di media sosial. (nsp)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:37
01:32
02:27
01:02
01:24
05:18

Viral