news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi karyawan kantor.
Sumber :
  • Pexels.com / Andrea Piacquadio

Kenapa Banyak Perusahaan Mulai Pecat Karyawan Generasi Z Setelah Beberapa Bulan Bekerja?

Banyak perusahaan memecat karyawan Generasi Z hanya beberapa bulan setelah bekerja. Perbedaan nilai kerja disebut jadi penyebab utamanya.
Kamis, 7 Mei 2026 - 17:20 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Fenomena pemecatan karyawan Generasi Z atau Gen Z beberapa bulan setelah mulai bekerja kini menjadi sorotan dunia kerja. Sejumlah perusahaan disebut mulai kesulitan menemukan pekerja muda yang dianggap sesuai dengan kebutuhan industri saat ini.

Survei Intelligent mengungkapkan, enam dari 10 perusahaan memilih memecat karyawan Generasi Z hanya dalam beberapa bulan setelah mereka diterima bekerja. Temuan tersebut memperlihatkan adanya benturan nilai antara Generasi Z dan perusahaan dalam menjalankan budaya kerja.

Profesor New York University (NYU), Suzy Welch, menilai kondisi tersebut menjadi gambaran perubahan besar yang sedang terjadi di dunia profesional.

Perusahaan Nilai Generasi Z Punya Prioritas Berbeda

Suzy Welch melakukan penelitian melalui alat bernama The Values Bridge untuk memetakan nilai hidup, minat, dan prioritas seseorang dalam bekerja. Penelitian itu melibatkan sekitar 200.000 responden dalam satu tahun terakhir.

Hasilnya menunjukkan hanya sekitar 2 persen Generasi Z yang memiliki nilai-nilai yang dinilai paling dicari oleh manajer perekrutan perusahaan.

Menurut Welch, mayoritas Generasi Z memiliki prioritas yang berbeda dibanding ekspektasi perusahaan. Tiga nilai utama yang paling dijunjung Generasi Z yakni:

  • Perawatan diri

  • Kebebasan mengekspresikan diri

  • Keinginan membantu orang lain

Sementara itu, perusahaan justru lebih mencari pekerja yang berorientasi pada:

  • Prestasi dan kemenangan

  • Fokus tinggi terhadap pekerjaan

  • Keinginan berkembang dan belajar dalam pekerjaan

Perbedaan cara pandang inilah yang kemudian membuat banyak perusahaan merasa sulit mempertahankan karyawan Generasi Z dalam jangka panjang.

Generasi Z Dinilai Tak Lagi Percaya Pola Kerja Lama

Fenomena Generasi Z di dunia kerja juga dipengaruhi perubahan cara pandang terhadap karier dan kehidupan. Banyak pekerja muda menilai pola kerja generasi sebelumnya tidak selalu menghasilkan kehidupan yang stabil.

Karena itu, Generasi Z kini lebih mengutamakan keseimbangan hidup, kesehatan mental, dan fleksibilitas dibanding mengejar karier secara agresif.

Welch mengatakan, Generasi Z pada dasarnya mulai mempertanyakan budaya kerja lama yang dianggap terlalu mengorbankan kehidupan pribadi.

Menurutnya, banyak anak muda melihat orang tua mereka bekerja keras selama bertahun-tahun namun tetap menghadapi ketidakpastian ekonomi hingga kehilangan pekerjaan di usia tidak muda lagi.

Kondisi tersebut membuat Generasi Z memilih membangun batas yang lebih jelas antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.

Banyak Perusahaan Kesulitan Cari Karyawan Generasi Z Sesuai Standar

Di sisi lain, perusahaan tetap membutuhkan pekerja yang mampu bekerja di bawah target, fokus pada hasil, dan memiliki loyalitas terhadap pekerjaan.

Perbedaan ekspektasi ini membuat banyak perusahaan mengaku kesulitan menemukan karyawan Generasi Z yang dianggap cocok dengan budaya kerja mereka.

Bahkan, beberapa perusahaan disebut sedang berjuang keras untuk mendapatkan pekerja dari kelompok kecil yang sesuai standar perekrutan mereka.

Situasi ini kemudian memicu meningkatnya kasus pemecatan karyawan Generasi Z dalam masa kerja yang masih sangat singkat.

Pengangguran Lulusan Baru Ikut Naik

Fenomena Generasi Z yang sulit bertahan di dunia kerja juga berdampak pada meningkatnya angka pengangguran lulusan baru.

Berdasarkan data Federal Reserve New York pada akhir 2025, tingkat pengangguran lulusan baru di Amerika Serikat mencapai 5,7 persen. Angka itu sekitar 1,5 poin lebih tinggi dibanding kelompok usia lain.

Kenaikan pengangguran tersebut dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari perubahan struktur perusahaan hingga perkembangan teknologi artificial intelligence (AI) yang mulai mengubah kebutuhan tenaga kerja.

Generasi Z kini menghadapi persaingan kerja yang semakin ketat di tengah perubahan industri yang bergerak cepat.

Generasi Z Diminta Lebih Fleksibel dalam Memilih Karier

Welch menegaskan dirinya tidak menganggap nilai-nilai yang dianut Generasi Z sebagai sesuatu yang salah. Menurutnya, pekerja muda tetap berhak mempertahankan prinsip hidup yang mereka yakini.

Namun, ia mengingatkan bahwa setiap pilihan memiliki konsekuensi, termasuk dalam dunia kerja profesional.

Generasi Z dinilai perlu memahami bahwa tidak semua perusahaan memiliki budaya kerja yang sejalan dengan nilai personal mereka.

Karena itu, lulusan baru disarankan lebih terbuka terhadap berbagai jenis pekerjaan dan tidak hanya terpaku pada jalur karier yang sesuai dengan jurusan kuliah.

Selain itu, kemampuan beradaptasi juga dinilai menjadi faktor penting agar Generasi Z bisa bertahan di tengah perubahan dunia kerja modern yang semakin kompetitif.

Perusahaan saat ini tidak hanya mencari pekerja dengan kemampuan akademik tinggi, tetapi juga individu yang dianggap mampu menyesuaikan diri dengan ritme dan kebutuhan industri. (nsp)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:37
01:32
02:27
01:02
01:24
05:18

Viral