- YouTube/GubSherly
Biaya Ditanggung Pemprov, Sherly Tjoanda Umumkan Program Kedinasan untuk Pelajar Malut: Kuota Terbatas
tvOnenews.com - Dalam upaya menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan kompetitif, Gubernur Sherly Tjoanda, mengatakan bahwa melalui Dinas Pendidikan Provinsi Maluku Utara akan meluncurkan program beasiswa pembibitan sekolah kedinasan.
Program tersebut bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi putra-putri terbaik Maluku Utara untuk menempuh pendidikan di sekolah kedinasan bergengsi di luar daerah, dan dipersiapkan menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang profesional.
Pengumuman ini disampaikan Sherly Tjoanda dalam momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun 2026.
- YouTube/GubSherly
Sherly menjelaskan bahwa motivasi utama di balik program ini adalah adanya kesenjangan peluang bagi pelajar Maluku Utara saat bersaing di tingkat nasional.
"Melalui pembibitan, kita minta kuota khusus dengan pembiayaan daerah, karena kalau kita bersaing secara nasional dengan kondisi yang ada, kita gak dapat tempat masuk," ujar Sherly saat ditanya oleh wartawan, dikutip YouTube GubSherly pada Kamis (7/5/2026).
"Selama ini, contoh, masuk STAN (Sekolah Tinggi Akuntansi Negara) itu 1 tahun paling cuma satu (pelajar)."
"Sampai kapan kita bisa punya anak Maluku Utara di BPK maupun BPKP? Jadi kita minta kuota khusus untuk anak-anak Maluku Utara bisa masuk. Tentu tidak banyak, tapi lebih dari satu," jelasnya.
- YouTube/GubSherly
Sherly juga menjelaskan bahwa saat ini Maluku Utara baru bisa mendapat kuota tiga orang. Alasannya, kuota itu didapat dari hasil statistik perhubungan dengan STAN.
Sherly juga mengatakan bahwa pihaknya berusaha untuk memproyeksikan sekolah-sekolah kedinasan lainnya yang dianggap diperlukan nantinya oleh daerah Maluku Utara.
"Saat ini, kenapa cuma tiga? Karena kita baru bisa dapatnya dengan statistik perhubungan dengan STAN sambil sedang berusaha untuk sekolah-sekolah kedinasan lainnya yang dianggap diperlukan oleh daerah," jelas Sherly.
Pemprov tanggung biaya pendidikan lebih dari 50 persen
- YouTube/GubSherly
Salah satu poin penting dalam program ini adalah skema pembiayaan yang bersifat kolaboratif.
Sherly Tjoanda menyebutkan bahwa Pemprov Maluku Utara berkomitmen untuk menanggung 60 persen biaya pendidikan, sementara 40 persen sisanya ditanggung oleh peserta atau wali murid.
Pembagian beban biaya ini dilakukan bukan tanpa alasan. Sherly menekankan bahwa kontribusi 40% dari pihak siswa merupakan bentuk komitmen dan keseriusan peserta dalam menempuh pendidikan.
"60 (persen) ditanggung oleh pemerintah provinsi, 40 (persen) ditanggung oleh peserta untuk menunjukkan komitmennya," tegas Sherly.
Sherly Tjoanda: Seleksi transparan, kuota terbatas
- YouTube/GubSherly
Meski kesempatan ini terbuka luas untuk para pelajar di seluruh Maluku Utara, tapi Sherly mengingatkan bahwa kuota untuk program pembibitan ini terbatas.
Oleh karena itu, proses seleksi akan dilakukan secara digital, transparan, dan adil. Pendaftaran dilakukan melalui portal resmi untuk menghindari praktik "titip-menitip" atau intervensi dari pihak manapun.
"Dengan kuota terbatas, kita akan memilih putra-putri terbaik dari Maluku Utara setiap tahunnya, sehingga ke depan anak-anak Maluku Utara ada di semua kedinasan yang ada di republik Indonesia."
"Jadi kali ini pendaftarannya pertama dilakukan gratis. Kedua dilakukan melalui website secara transparan, adil, dan segera mendaftar, karena ada kuota masing-masing. Ada kuota domisili, ada kuota prestasi, ada kuota-kuota lainnya."
"Jadi semua bisa dilihat nanti secara transparan di sistem. Ndak ada lagi WA (WhatsApp) saya bilang anak saya nilainya bagus, tapi karena orang ini tak ada suka saya makanya dia tak kasih masuk, tak ada lagi cerita begitu."
"Sudah transparan, sudah di-launching, sudah bisa didaftar," tegasnya. (ism)