news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Petugas mengamati gerbong KRL Commuterline dan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi pascakecelakaan di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4)..
Sumber :
  • Antara

Polisi Dalami Early Warning System dan Voice Logger dalam Kecelakaan Kereta Bekasi Timur

Polisi mendalami sistem peringatan dini dan voice logger terkait kecelakaan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur.
Jumat, 8 Mei 2026 - 17:40 WIB
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Polisi masih terus mendalami rangkaian peristiwa kecelakaan kereta di kawasan Bekasi Timur, Jawa Barat, yang melibatkan taksi online Green SM, Kereta Rel Listrik (KRL), dan Kereta Api Argo Bromo Anggrek.

Dalam penyelidikan terbaru, polisi kini fokus menelusuri sistem peringatan dini atau early warning system hingga voice logger yang diduga berkaitan dengan insiden tersebut.

Diketahui, kecelakaan bermula saat taksi Green SM tertemper KRL di perlintasan sebidang pada Senin (27/4/2026). Insiden itu kemudian diduga memicu kecelakaan lanjutan antara KRL dengan KA Argo Bromo Anggrek di wilayah Bekasi Timur.

Polisi Dalami Dugaan Rentang Waktu 30 Menit

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Budi Hermanto, mengatakan penyidik masih mendalami informasi mengenai adanya rentang waktu sekitar 30 menit sejak taksi berhenti di rel hingga akhirnya tertemper KRL.

Menurutnya, proses pendalaman dilakukan bersama Puslabfor dan pihak perkeretaapian.

“Waktu 30 menit ini masih didalami oleh Puslabfor termasuk dari perkeretaapian. Tadi sudah kami sampaikan ada pemeriksaan kepada Kapusdal Daop 1 tentang bagaimana operasional perkeretaapian di hari itu,” kata Budi di Polda Metro Jaya, Jumat (8/5/2026).

Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui secara rinci kronologi operasional kereta sebelum hingga sesudah kecelakaan terjadi.

Polisi Telusuri Rangkaian Insiden KRL dan Argo Bromo Anggrek

Budi menjelaskan penyidik saat ini menelusuri runtutan peristiwa sejak awal kecelakaan taksi Green SM di perlintasan sebidang hingga terjadinya tabrakan lanjutan.

Menurutnya, polisi mendalami situasi saat KRL mengalami kecelakaan dan adanya kereta lain yang berhenti sebelum akhirnya tertemper KA Argo Bromo Anggrek.

“Setelah itu ada kereta listrik yang mengantre karena terjadi kecelakaan, yang ditemper kembali oleh kereta Argo Bromo Anggrek. Nah, ini masih didalami,” ungkap Budi.

Pendalaman tersebut dilakukan untuk mengetahui apakah ada kendala teknis maupun sistem komunikasi dalam operasional perjalanan kereta api saat insiden berlangsung.

Sistem Peringatan Dini dan Voice Logger Jadi Sorotan

Dalam proses investigasi, polisi juga menyoroti sistem early warning system serta voice logger yang digunakan dalam operasional perjalanan kereta.

Voice logger sendiri merupakan sistem rekaman komunikasi yang digunakan untuk memantau percakapan maupun instruksi dalam pengendalian perjalanan kereta api.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:02
02:11
01:30
05:41
02:16
05:19

Viral