- Antara
Korban Tewas Kecelakaan Maut Bus ALS vs Tangki BBM Bertambah Jadi 18 Orang, Ada Jenazah Diduga Balita
Jakarta, tvOnenews.com - Jumlah korban meninggal akibat kecelakaan antara bus ALS dan truk tangki BBM di Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan, kembali bertambah. Hingga Jumat (8/5/2026) malam, total korban tewas tercatat mencapai 18 orang.
Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Mohammad Hasan Polda Sumsel, Kombes Pol Budi Susanto, menjelaskan penambahan korban diketahui setelah tim melakukan identifikasi terhadap kantong jenazah yang diterima dari lokasi kejadian.
RS Bhayangkara sebelumnya menerima 16 kantong jenazah pada Kamis (7/5/2026). Namun setelah diperiksa lebih lanjut, salah satu kantong ternyata berisi dua bagian tubuh berbeda.
“Setelah kita lakukan pemeriksaan, kita curigai bahwa ini bukan bagian tubuh dari yang satu lagi. Berbeda dia,” ujar Budi.
Menurutnya, potongan tubuh tambahan tersebut ditemukan dalam kondisi rusak parah dan berukuran kecil sehingga belum dapat dipastikan jenis kelaminnya. Tim DVI menduga bagian tubuh itu milik seorang anak usia di bawah lima tahun.
“Kita menduga temuan satu body part tadi diduga anak-anak yang mungkin usianya di bawah lima tahun,” katanya.
Selain korban yang ditemukan di lokasi kecelakaan, satu penumpang bernama Tahrul asal Tegal juga meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan di RSUD Rupit Muratara. Dengan demikian, jumlah korban meninggal bertambah menjadi 18 orang.
“18 orang yang meninggal akibat kecelakaan tersebut, tapi yang meninggal di tempat pada saat itu 17 orang termasuk kantong yang berisikan 2 potongan tubuh. Satu orang korban lagi meninggal dunia, yakni Tahrul warga Tegal, di RSUD Rupit," ungkapnya.
Kadis Kesehatan Sumsel, Trisnawarman, menyebut Tahrul meninggal akibat gagal napas akut setelah mengalami luka bakar sangat berat hingga mencapai 90 persen tubuhnya.
Sementara itu, seorang korban lain bernama Jumiatun (34) masih dirawat intensif dengan luka bakar mencapai 80 hingga 89 persen. Saat ini pasien masih menggunakan ventilator dan dalam kondisi disedasi untuk mengurangi rasa sakit.
“Pasien sekarang kondisinya ditidurkan, karena jangan sampai kalau dia bangun bisa gelisah karena sakit semua badannya,” kata Trisnawarman.
Ia menambahkan, pasien akhirnya dirujuk ke RS Bhayangkara Palembang menggunakan ambulans ICU dengan pengawalan polisi karena kondisi banjir di wilayah Muratara dikhawatirkan mengganggu pasokan listrik rumah sakit setempat.