- Tim tvOnenews/Abdul Gani Siregar
Presiden Prabowo Tekankan Penguatan Dialog Hadapi Dinamika di Kawasan ASEAN
Jakarta, tvOnenews.com - Presiden Prabowo Subianto menekankan penguatan dialog dan negosiasi menghadapi dinamika di kawasan Asia Tengara termasuk situasi di Myanmar dan ketegangan antara Thailand dan Kamboja yang disampaikan dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN.
Menurut keterangan resmi Sekretariat Presiden diterima di Jakarta, Sabtu, Menteri Luar Negeri Sugiono menyampaikan para pemimpin ASEAN membahas perkembangan terbaru di Myanmar usai pelaksanaan pemilu dan pembentukan pemerintahan baru di negara tersebut, dengan posisi Indonesia sejak awal mendukung pentingnya proses politik yang inklusif dan berorientasi pada perdamaian.
"Dari awal posisi Indonesia adalah jika pemilu tersebut berlangsung, pemilu yang dilangsungkan harus inklusif, kemudian mampu meng-adress masalah-masalah yang ada di sana, kemudian juga mampu membawa perdamaian, kemudian bisa menciptakan suatu situasi yang lebih baik," ujar Menlu Sugiono mengutip Antara.
Selain itu, Indonesia juga menekankan pentingnya implementasi konsesi lima poin (five point consensus) ASEAN sebagai pijakan utama dalam penyelesaian krisis Myanmar. Dalam pembahasan tersebut, para pemimpin ASEAN turut menyoroti sejumlah perkembangan positif yang dilakukan pemerintahan baru Myanmar yang dinilai sebagai progres yang perlu diapresiasi oleh negara-negara ASEAN.
"Setelah pemilu, ada beberapa gesture positif yang dinilai juga perlu diapresiasi yang dilakukan oleh pemerintah baru, yaitu di antaranya pembebasan, kalau angka yang disebut oleh pihak Myanmar, sekitar enam ribu lebih tahanan politik, kemudian juga perubahan status tahanan dari Aung San Suu Kyi," jelasnya.
Menlu Sugiono menambahkan bahwa perkembangan tersebut menjadi bagian dari upaya memenuhi komitmen dalam five point consensus ASEAN. Karena itu, para pemimpin ASEAN juga membahas langkah-langkah terukur yang dapat dilakukan untuk terus mendorong perbaikan situasi di Myanmar.
"Pada intinya semua berpendapat, sepaham bahwa sebagai satu keluarga dalam sebuah kawasan ASEAN, negara-negara anggota harus terus memberikan perhatiannya, concern-nya, dan terus meng-engage Myanmar untuk bisa menemukan jalan yang mereka tentukan sendiri dalam rangka memperbaiki situasi negaranya," kata Menlu Sugiono.
Selain isu Myanmar, Presiden Prabowo juga turut menyampaikan pandangannya terkait pentingnya rekonsiliasi dan dialog dalam menyikapi berbagai persoalan perbatasan di kawasan, termasuk ketegangan antara Thailand dan Kamboja. Presiden Prabowo, menurut Menlu Sugiono, menekankan bahwa persoalan perbatasan sebaiknya dikelola melalui pendekatan dialog, negosiasi, dan kerja sama yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.