news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Warga mengamati taksi listrik Green SM yang rusak pascakecelakaan dengan KRL.
Sumber :
  • ANTARA

Pengakuan Sopir Taksi Green SM, Mobil Tiba-tiba Mati hingga Kesulitan Selamatkan Diri dari Kecelakaan KRL vs Argo Bromo

Polda Metro Jaya ungkap pengakuan sopir taksi Green SM berinisial RRP yang berhasil selamat saat insiden kecelakaan kereta api di perlintasan sebidang Ampera, Bekasi Timur
Sabtu, 9 Mei 2026 - 12:59 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Polda Metro Jaya ungkap pengakuan sopir taksi Green SM berinisial RRP yang berhasil selamat saat insiden kecelakaan kereta api di perlintasan sebidang Ampera, Bekasi Timur pada Senin (27/4).

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto menjelaskan berdasarkan keterangan sang sopir pada saat itu mobil mati di perlintasan sebidang jalur kereta api.

"Pada saat sopir ingin keluar membuka pintu, tetapi tidak bisa. Transmisi berpindah ke parkir," katanya, Jumat (8/5/2026).

Pada saat itu, sopir mencoba untuk mematikan mobil, membuka pintu, namun baru bisa menurunkan kaca mobil.

"Sehingga sopir bisa keluar selamat dari kendaraan itu dibantu oleh warga sekitar melalui jendela mobil bagian sopir," kata Budi.

Kemudian saat dikonfirmasi terkait penyebab kendaraan tersebut berhenti atau mati, Budi menyebutkan hal tersebut masih dilakukan pendalaman.

"Masih didalami. Apakah ini dampak pengaruh dari medan magnet, medan listrik terhadap kendaraan mobil taksi online. Ini masih didalami oleh Puslabfor, begitu juga masih didalami oleh KNKT secara paralel," ujarnya.

Budi meminta kepada masyarakat untuk bersabar menunggu hasil pendalaman tersebut. 

Pihaknya, nanti akan memperbarui tentang informasi hasil dari Puslabfor termasuk dari KNKT.

Sopir Baru Kerja 3 Hari

Sebelumnya, Budi menyampaikan bahwa sopir taksi listrik Green SM berinisial RRP yang terlibat kecelakaan kereta api di perlintasan sebidang Ampera, Bekasi Timur pada Senin (27/4), baru masuk kerja hari ketiga saat insiden.

“Dari hasil keterangan driver atau pun sopir taksi online yang sudah dimintai keterangan bahwa yang bersangkutan baru bekerja itu semenjak tanggal 25 April 2026,” kata Budi.

Saat diperiksa, RRP mengaku hanya mendapatkan pelatihan singkat selama satu hari sebelum mulai bekerja. Pelatihan tersebut pun hanya sebatas pengenalan fitur dasar mobil listrik.

"Jadi terkait tentang bagaimana mengendarai, cara menghidupkan kendaraan tersebut, ini baru pengenalan dasar itu dilakukan satu hari. Nah, bagaimana menyalakan, mematikan mobil serta cara lampu sein, parkir dan lain-lain. Ini terjadi, ini masih didalami oleh teman-teman penyidik,” kata Budi. (ant)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:02
02:11
01:30
05:41
02:16
05:19

Viral