news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Polisi menyelidiki viral konvoi membawa atribut bendera hingga poster bertuliskan 'Khilafatul Muslimin'.
Sumber :
  • Twitter @miduk17

Densus 88 Usut Motif Konvoi Khilafatul Muslimin

"Saat ini Densus 88 sudah monitor dan sedang menyelidikinya," ujar Kepala Bagian Bantuan Operasi (Kabag Banops) Densus 88 Anti-teror Polri, Kombes Pol Aswin Siregar.
Selasa, 31 Mei 2022 - 15:59 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta - Aksi konvoi puluhan motor di kawasan Jakarta Timur viral di media sosial lantaran mereka diketahui membawa atribut khilafah sembari membagikan selebaran di jalan Raya Bogor. Fenomena ini mendapat sorotan dari Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Polri. 

"Saat ini Densus 88 sudah monitor dan sedang menyelidikinya," ujar Kepala Bagian Bantuan Operasi (Kabag Banops) Densus 88 Anti-teror Polri, Kombes Pol Aswin Siregar, Selasa (31/5/2022).

Diketahui sebelumnya aksi konvoi 'Khilafatul Muslimin' terjadi di daerah Cawang, Jakarta Timur, pada Minggu (29/5/2022) sekitar jam 09.14 WIB. Para pemotor itu melintas bergerombol dengan memakai seragam bertema dominan hijau.

Para pemotor membawa bendera berbahasa Arab dengan ukuran besar. Poster berisi pesan terkait khilafah dibawa para peserta konvoi, salah satunya berbunyi seperti "Jadilah Pelopor Penegak Khilafah Ala Minhajin Nubuwwah'.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Endra Zulpan mengatakan konvoi dengan membawa sejumlah atribut yang bertuliskan khilafah seperti itu tidak bisa dibenarkan karena Indonesia tidak menganut sistem tersebut. 

"Hal ini tidak sesuai dengan ketentuan peraturan dan juga menjadi ketentuan di dalam perundang-undangan kita bahwa bangsa Indonesia ini bukan berdasarkan Khilafah," jelasnya.

Zulpan menjelaskan pihaknya sudah mengantongi sejumlah data para pelaku. Tetapi penyidik sedang melakukan pendalaman untuk mendapatkan sejumlah data agar lebih lengkap sebelum melakukan pemanggilan.

"Tim akan mencari data para pengendara yang terlihat dalam video tersebut, mereka akan segera kami panggil dan menanyakan langsung maksud dan tujuan dari konvoi tersebut. Serta memberikan edukasi kepada mereka agar tidak menyimpang," tutupnya. (gan/ito)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:50
05:20
07:41
02:19
00:36
05:45

Viral