news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Tabir Kasus Pencabulan Santri di Surabaya, Pelaku Akui Takut Zina Tapi Cabuli 7 Santri Laki-laki.
Sumber :
  • istimewa

Tabir Kasus Pencabulan Santri di Surabaya, Pelaku Akui Takut Zina Tapi Cabuli 7 Santri Laki-laki

Kasus pencabulan sejumlah santri menjadi sorotan publik, terutama di Pati. Namun, usai kasus di Pati, mencuat kasus guru ngaji cabuli 7 santri di Surabaya.
Senin, 11 Mei 2026 - 15:15 WIB
Reporter:
Editor :

"Kami lakukan trauma healing agar anak-anak ini segera pulih secara psikologis dan tidak mengalami trauma berkepanjangan," katanya.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 6 huruf C juncto Pasal 15 huruf G Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual dan/atau Pasal 415 huruf B Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

Pengakuan Pelaku Pencabulan 7 Santri

MZ (22) ditetapkan sebagai tersangka karena mencabuli 7 murid laki-lakinya. Ia mengaku perbuatan itu dilakukan karena dorongan nafsu sesaat.

Tersangka mengungkapkan secara blak-blakan saat diinterogasi oleh Kapolrestabes Surabaya, Kombes Luthfie Sulistiawan. 

Pengakuan tersangka kepada itu hingga membuat Luthfie geleng-geleng kepala saat mewawancarainya. 

Awalnya tersangka mengaku pencabulan itu atas dorongan nafsu sesaat saat ditanya terkait motif. Hal itu karena ia kerap menonton film porno.

"Tiba-tiba muncul nafsu karena keseringan nonton film porno itu," kata tersangka dalam video seperti yang dilihat dari akun @luthfie.daily, Senin (11/5/2026).

Saat ditanya kembali soal orientasi seksualnya suka perempuan atau laki-laki, tersangka mengaku dua-duanya. Namun saat ini memang lebih suka ke laki-laki terutama anak-anak.

"Ya sekarang ya anak-anak. Soalnya adanya cowok itu. Terus kalau sama perempuan nanti takutnya zina atau hamil gitu," ujar tersangka.

"Kalau sama perempuan takutnya zina, terus sama laki-laki anak-anak," timpal Luthfie sambil terheran-heran.

Dalam pengakuan lainnya, tersangka mengakui pencabulan selalu dilakukan saat korban tidur di kamar asrama. Aksi bejat itu dilakukan sebenarnya diketahui murid-murid lainnya. Namun mereka takut dan memilih pura-pura tidur.

Kasus itu terungkap setelah salah satu korban memberanikan diri buka suara dan lapor ke polisi. 

Dari situ, korban lainnya yang senasib ikut buak suara dan laporan juga. Total ada 7 anak yang menjadi korban pencabulan tersangka. (aag)

Berita Terkait

1
2
Tampilkan Semua

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:33
02:53
07:16
00:53
01:07
05:10

Viral