- istimewa - antaranews
Selain Bocorkan Modus Bisnis Ekspor Motor Ilegal Jaksel, Polisi sebut Untungnya Capai Puluhan Miliar
Jakarta, tvOnenews.com - Subdit Ranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya bocorkan modus sindikat ekspor ribuan kendaraan bermotor roda dua ilegal di gudang penadahan wilayah Kebayoran Lama, Jaksel yang sudah beroperasi sejak 2022.
Selain itu, Polda Metro juga sebut keuntungan dari bisnis motor ilegal capai puluhan miliar. Bahkan, pihaknya menyebutkan, bahwa total 99 ribu motor baru dari berbagai merk telah diselundupkan ke luar negeri.
t Ranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Noor Maghantara mengatakan pihaknya telah menetapkan Direktur PT Indobaik 26 berinisial WS menjadi tersangka.
Dari keterangan tersangka, lokasi gudang hanya digunakan sebagai tempat penadahan sebelumnya diekspor.
"Motor ini didapat dari pengepul ini ada yang dari dealer, kemudian ada yang dari perorangan asal usul kendaraannya sebagian diduga hasil dari pengalihan kendaraan yang memiliki jaminan fidusia," jelasnya di lokasi gudang penadahan, Senin (11/5/2026).
Adapun motor baru ini dikirim ke tempat penadahan dengan jaminan data KTP orang lain yang diakses secara ilegal.
Sehingga, ada dampak kerugian dari warga yang KTP digunakan sindikat ekspor motor ilegal tersebut.
Satu di antaranya ialah BI Checking yang mana korban yang KTP-nya digunakan sindikat ini menjadi berstatus bermasalah apabila hendak mengambil kredit.
"Tapi masih pendalaman sumbernya apakah pemilik data tersebut langsung yang mengajukan pembiayaan atau ilegal akses sehingga data orang tersebut digunakan untuk pinjaman," jelasnya.
Dari hasil pendalaman, sebanyak 99 ribu motor telah diekspor ke Tahiti hingga Togo.
"Keuntungan yang didapat oleh tersangka sekitar Rp 26 miliar dari awal melakukan kegiatan," beber AKBP Noor.
Bahkan, beredar informasi bahwa ada dua merk besar yang dikuasai tersangka untuk melakukan praktik ekspor ilegal.
Bahkan motor dan beberapa onderdil diletakkan di gudang tersebut masih dalam kondisi sangat baru dari pabrik.
Selain itu, pihak kepolisian belum berencana melakukan pemeriksaan terhadap produsen motor yang diselundupkan oleh tersangka.
"Nanti itu masih dalam proses penyidikan, nanti tentu akan kita panggil semua yang terlibat," ucapnya. (aag)