- Istimewa
“Kayak Dikasih Angin Segar”, Truk Tambang Bogor Kembali Ramai Melintas usai Wacana Tambang Dibuka Lagi
Bogor, tvOnenews.com - Aktivitas truk tambang di wilayah Parung Panjang, Rumpin, hingga Cigudeg, Kabupaten Bogor, kembali dikeluhkan warga dalam beberapa hari terakhir. Truk-truk bermuatan tambang disebut semakin sering melintas di jalan raya dan dinilai mulai beroperasi tanpa rasa khawatir.
Keluhan warga ramai bermunculan di sejumlah grup media sosial. Banyak warga mengaku aktivitas kendaraan tambang kini kembali padat, meski penutupan sejumlah tambang di wilayah Bogor Barat oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi atau KDM, masih berlaku.
Salah satu warga Parung Panjang bernama Deni mengatakan situasi berubah setelah muncul pernyataan Bupati Bogor yang meminta tambang berizin kembali dibuka.
“Habis Bupati Bogor kasih orasi minta dibuka tambang berizin, truk-truk jadi ramai,” kata Deni.
Menurut warga, kondisi tersebut membuat aktivitas truk tambang terasa semakin bebas melintas di berbagai waktu.
Warga Sebut Truk Tambang Kini Melintas Siang dan Malam
Keluhan serupa disampaikan Agnes, warga Bogor Barat lainnya. Ia mengaku hampir setiap hari melihat truk tambang melintas di jalan raya tanpa mengenal waktu.
Jika sebelumnya aktivitas truk lebih banyak terlihat malam hari, kini kendaraan tambang disebut melintas sejak pagi hingga sore hari.
“Bukan main ramai truk-truk tambang. Sejak Bupati Bogor ngomong sudah kayak dikasih angin segar. Mungkin merasa dibekingi,” ujarnya.
Warga mengaku situasi tersebut kembali memunculkan keresahan karena aktivitas truk tambang dinilai mengganggu kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.
Selain menyebabkan jalan lebih padat, kendaraan tambang juga dikhawatirkan memperparah kondisi jalan yang selama ini menjadi sorotan masyarakat di wilayah Bogor Barat.
Warga Soroti Penegakan Aturan di Lapangan
Keluhan warga tidak hanya tertuju pada aktivitas kendaraan tambang, tetapi juga terhadap pengawasan di lapangan.
Prastyo, warga lainnya, mengaku bingung melihat sejumlah truk tambang masih bebas melintas meski terdapat petugas Dinas Perhubungan berjaga di beberapa titik.
Menurutnya, penegakan aturan terhadap kendaraan tambang terkesan lemah.
“Biar dapat atensi gimana ya, makin banyak nih. Tadi pagi aja pas berangkat, biasanya nggak ada, tapi tadi papasan sama dua truk. Padahal rumah dekat sama stasiun,” ungkapnya.