news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Faunaland Buperta Cibubur Dibuka Mulai Juni 2026 Jelang Jambore Nasional.
Sumber :
  • Tim tvOnenews

Soal Pengelolaan Kebun Binatang Modern, Danny Gunalen: Harus Menyeimbangkan Konservasi, Animal Welfare dan Edukasi

Soal pengelolaan kebun binatang modern, CEO Faunaland Danny Gunalen menilai pentingnya membutuhkan keseimbangan antara konservasi, animal welfare, edukasi dan keberlanjutan operasional.
Senin, 11 Mei 2026 - 21:16 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com — Soal pengelolaan kebun binatang modern, CEO Faunaland Danny Gunalen menilai pentingnya membutuhkan keseimbangan antara konservasi, animal welfare, edukasi dan keberlanjutan operasional.

Hal tersebut disampaikan Danny Gunalen dalam kegiatan Faunaland Media Experience di Faunaland Buperta Cibubur, kawasan konservasi urban terbaru milik Faunaland yang akan mulai beroperasi pada Juni 2026.

Dalam kegiatan tersebut, media diajak melihat langsung konsep urban conservation yang dikembangkan Faunaland melalui integrasi konservasi, edukasi dan family engagement.

Menurut Danny, perhatian masyarakat terhadap animal welfare saat ini terus meningkat dan menjadi bagian penting dalam perkembangan pengelolaan lembaga konservasi modern.

“Masyarakat saat ini tidak hanya ingin melihat satwa, tetapi juga ingin tahu bagaimana satwa dirawat dan bagaimana lembaga konservasi dijalankan secara bertanggung jawab. Menurut kami, itu merupakan perkembangan yang sangat positif,” ujar Danny Gunalen.

Terkait proses lelang pengelola baru Bandung Zoo yang saat ini tengah diikuti Faunaland, Danny menilai pengelola lembaga konservasi membutuhkan passion dan kecintaan yang kuat terhadap satwa.

“Siapapun nanti yang dipercaya mengelola Bandung Zoo, menurut saya yang paling penting harus memiliki passion dan kecintaan terhadap satwa."

"Pengelolaan kebun binatang modern juga harus mampu menyeimbangkan antara animal welfare, kesehatan satwa, edukasi dan aspek komersial agar dapat berjalan secara berkelanjutan,” jelasnha.

Ia juga menegaskan bahwa fungsi utama lembaga konservasi tidak hanya menghadirkan satwa untuk dilihat pengunjung, tetapi juga harus berkontribusi terhadap pelestarian satwa melalui program pengembangbiakan dan pelepasliaran.

“Pengelolaan kebun binatang yang baik adalah ketika lembaga konservasi mampu mengembangbiakkan satwa dan apabila memungkinkan dapat melakukan pelepasliaran kembali ke habitat alaminya,” bebernya.

Faunaland sendiri aktif dalam berbagai program konservasi, termasuk pelepasliaran Kura Leher Ular Rote dan Kucing Emas bersama Kementerian Kehutanan Republik Indonesia.

Faunaland juga mengembangkan pendekatan konservasi yang menggabungkan pengalaman edukasi, interaksi satwa dan family experience melalui konsep Children Safari Experience.

“Kami percaya konservasi jangka panjang membutuhkan keterlibatan masyarakat dan generasi muda. Karena itu pendekatan edukasi dan pengalaman interaktif menjadi sangat penting,” tambah Danny.

Faunaland Buperta Cibubur saat ini dikembangkan di atas lahan seluas 10 hektar sebagai bagian dari pengembangan kawasan konservasi urban Faunaland Group dan akan mulai beroperasi penuh pada Juni 2026.

Selain pengelolaan kawasan konservasi, Faunaland juga aktif membangun kerja sama dengan pemerintah, lembaga keilmuan dan jaringan konservasi nasional maupun internasional dalam penguatan konservasi dan animal welfare.

“Kebun binatang modern bukan hanya tentang menghadirkan satwa, tetapi juga bagaimana membangun kepedulian masyarakat terhadap konservasi dan biodiversity secara lebih bertanggung jawab,” tutup Danny Gunalen.

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:56
01:33
02:53
07:16
00:53
01:07

Viral