- tvOnenews.com/Rika Pangesti
Rupiah Tembus Rp17.500, Puan Maharani Bakal Panggil Gubernur BI Perry Warjiyo dan Menkeu Purbaya
Jakarta, tvOnenews.com - Ketua DPR RI Puan Maharani berencana memanggil Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyusul anjloknya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang menembus level Rp17.500.
Langkah tersebut diambil setelah rupiah kembali mencatatkan pelemahan terdalam sepanjang sejarah pada perdagangan Selasa (12/5/2026). Berdasarkan data Bloombergtechnoz, rupiah sempat menyentuh level Rp17.510 per dolar AS atau melemah sekitar 0,56 persen pada pukul 10.10 WIB.
Pelemahan ini melanjutkan tren negatif rupiah sejak awal perdagangan pagi. Mata uang Garuda bahkan langsung dibuka melemah 0,42 persen ke posisi Rp17.485 per dolar AS sebelum terus tertekan sepanjang sesi perdagangan.
DPR Soroti Dampak Pelemahan Rupiah
Puan Maharani mengatakan DPR akan meminta penjelasan langsung dari pemerintah dan Bank Indonesia terkait kondisi ekonomi terkini, termasuk strategi untuk menahan tekanan terhadap rupiah agar tidak semakin dalam.
Pernyataan tersebut disampaikan Puan usai memimpin Sidang Paripurna di Gedung DPR RI.
“Ya tentu saja kami (DPR) akan meminta kepada pemerintah dan stakeholder yang ada untuk mengantisipasi hal tersebut,” ujar Puan.
Menurutnya, kondisi pelemahan rupiah tidak bisa dianggap sepele karena berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi nasional apabila tidak segera diantisipasi.
Karena itu, DPR ingin memastikan pemerintah dan otoritas moneter memiliki langkah konkret untuk menjaga stabilitas nilai tukar serta menjaga kepercayaan pasar terhadap ekonomi Indonesia.
Puan Minta Pemerintah Antisipasi Risiko Jangka Panjang
Puan menegaskan langkah antisipasi tidak hanya diperlukan untuk menghadapi tekanan ekonomi tahun ini, tetapi juga untuk menjaga kondisi ekonomi nasional hingga 2027.
Ia meminta pemerintah dan Bank Indonesia menyiapkan strategi jangka panjang agar tekanan global maupun domestik tidak membuat Indonesia semakin terpuruk.
“Apa yang dilakukan pemerintah, termasuk BI, situasi ini jangan sampai pengaruh nantinya akan membuat Indonesia jadi terpuruk. Jadi harus diantisipasi sejak awal. Bukan hanya tahun ini, tapi juga sampai tahun 2027,” kata Puan.
Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap kondisi ekonomi global, penguatan dolar AS, hingga tekanan terhadap pasar keuangan domestik.