news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Kakorlantas Polri Warning Pengendara saat Libur Kenaikan Isa Al-Masih: “Cepat Sampai Tak Lebih Penting dari Pulang Selamat”.
Sumber :
  • Istimewa

Kakorlantas Polri Warning Pengendara saat Libur Kenaikan Isa Al-Masih: “Cepat Sampai Tak Lebih Penting dari Pulang Selamat”

Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho mengingatkan masyarakat agar tertib berlalu lintas menjalankan libur panjang dan cuti bersama Kenaikan Isa Al-Masih.
Rabu, 13 Mei 2026 - 21:48 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho, mengingatkan masyarakat agar tetap tertib berlalu lintas selama momentum libur panjang dan cuti bersama Hari Kenaikan Isa Al-Masih. Imbauan itu disampaikan seiring meningkatnya mobilitas masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.

Irjen Agus memastikan seluruh jajaran Korps Lalu Lintas di 34 Polda siaga penuh selama 24 jam untuk menjaga keamanan, kenyamanan, dan kelancaran arus kendaraan selama masa libur panjang.

“Dengan Program Polantas Menyapa, Korlantas Polri menghadirkan pendekatan humanis yang menitikberatkan pada layanan dan pelayanan prima bagi masyarakat. Kehadiran polisi lalu lintas di jalan tidak hanya identik dengan penindakan, tetapi juga perlindungan, bantuan, edukasi, dan pelayanan bagi masyarakat yang sedang melakukan perjalanan,” ujar Irjen Agus saat dihubungi wartawan, Rabu (13/5/2026).

Puncak Arus Kendaraan Diprediksi Terjadi Kamis dan Minggu

Korlantas Polri memprediksi puncak arus kendaraan terjadi pada Kamis dan Minggu seiring meningkatnya aktivitas masyarakat selama libur nasional dan cuti bersama.

Volume kendaraan diperkirakan meningkat di sejumlah jalur utama, mulai dari jalan tol, jalan nasional, kawasan wisata, hingga akses menuju kampung halaman. Lonjakan kendaraan juga diprediksi tidak hanya terjadi di kota besar, tetapi hingga jalur penghubung antarprovinsi dan daerah penyangga.

Irjen Agus mengatakan momentum Hari Kenaikan Isa Al-Masih seharusnya menjadi pengingat pentingnya menjaga keselamatan dan kepedulian terhadap sesama pengguna jalan.

“Momentum Hari Kenaikan Isa Al-Masih membawa pesan tentang keteduhan, pengharapan, dan kasih terhadap sesama. Nilai-nilai itu juga harus hadir di jalan raya. Mari kita jadikan perjalanan ini bukan hanya tentang sampai tujuan, tetapi tentang bagaimana semua orang bisa tiba dengan selamat dan penuh rasa aman,” katanya.

Pengemudi Diminta Tidak Memaksakan Diri

Menurut Kakorlantas, kepadatan lalu lintas selama libur nasional sering kali memicu berbagai persoalan di jalan raya, mulai dari antrean panjang di rest area hingga pengemudi yang mengalami kelelahan.

Karena itu masyarakat diminta mempersiapkan perjalanan dengan matang sebelum berangkat. Mulai dari memastikan kondisi kendaraan, mengecek jalur perjalanan, hingga menjaga kondisi tubuh agar tetap prima selama berkendara.

Irjen Agus secara khusus mengingatkan pengendara agar tidak memaksakan diri apabila mulai merasa lelah atau mengantuk di perjalanan. Pengemudi diminta memanfaatkan rest area maupun pos pelayanan yang telah disiapkan kepolisian di sejumlah titik strategis.

“Lebih baik berhenti sejenak untuk beristirahat daripada memaksakan diri dalam kondisi lelah. Cepat sampai tidak pernah lebih penting daripada pulang dengan selamat. Jalan raya seharusnya menjadi ruang keselamatan, bukan ruang kehilangan,” tegasnya.

Personel Polisi Lalu Lintas Siaga 24 Jam

Untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan, Korlantas Polri menyiagakan personel di berbagai titik rawan kemacetan dan kecelakaan lalu lintas.

Petugas ditempatkan di jalur tol, persimpangan utama, kawasan wisata, terminal, pelabuhan, hingga lokasi yang diprediksi mengalami kepadatan kendaraan selama libur panjang.

Irjen Agus menegaskan kehadiran polisi lalu lintas di lapangan bukan hanya untuk melakukan pengaturan arus kendaraan, tetapi juga memberikan rasa aman dan pelayanan kepada masyarakat.

“Personel kita standby 24 jam. Kami hadir bukan hanya mengatur arus kendaraan semata. Namun dengan Program Polantas Menyapa, segenap jajaran Korps Lalu Lintas sejatinya siap melayani dan memberikan pelayanan prima kepada seluruh pengendara dan pengguna jalan,” ungkapnya.

Kakorlantas Ingatkan Pengendara Kendalikan Emosi

Dalam beberapa momentum libur nasional terakhir, pendekatan humanis disebut menjadi bagian penting dalam menciptakan suasana perjalanan yang lebih nyaman dan tenang bagi masyarakat.

Selain melakukan rekayasa lalu lintas, polisi juga aktif membantu pengendara yang mengalami kendala di perjalanan.

Irjen Agus menilai keselamatan berlalu lintas tidak bisa diwujudkan hanya oleh kepolisian semata. Kesadaran masyarakat untuk disiplin dan menghormati pengguna jalan lain menjadi faktor utama terciptanya keamanan di jalan raya.

Ia pun mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pelanggaran berbahaya seperti melawan arus, menggunakan ponsel saat berkendara, menerobos lampu merah, hingga memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi.

“Kepadatan arus lalu lintas sering kali memancing emosi dan ego di jalan. Karena itu, penting bagi setiap pengendara untuk menjaga kesabaran. Saling menghormati sesama pengguna jalan adalah bagian dari keselamatan itu sendiri,” tuturnya.

Korlantas Sebut Jalan Raya Harus Jadi Ruang Keselamatan

Menurut Irjen Agus, di balik padatnya arus kendaraan selama masa libur nasional, setiap kendaraan membawa harapan dan tujuan masing-masing.

Ada keluarga yang ingin berkumpul, anak-anak yang menantikan liburan bersama orang tua, hingga masyarakat yang ingin pulang menikmati waktu bersama orang tercinta.

Karena itu, tertib berlalu lintas dinilai bukan hanya soal mematuhi aturan, tetapi juga bentuk kepedulian terhadap keselamatan sesama pengguna jalan.

“Hari Kenaikan Isa Al-Masih mengajarkan nilai kemanusiaan, kedamaian, dan kepedulian terhadap sesama. Mari membawa semangat itu saat berkendara. Bersabar dalam kemacetan, memberi jalan kepada sesama pengguna jalan, dan menjaga keselamatan orang lain adalah bagian dari menghormati nilai kehidupan itu sendiri,” ujar Irjen Agus.

Ia berharap jalan raya selama libur nasional tidak hanya menjadi ruang lalu lalang kendaraan, tetapi juga menjadi ruang tumbuhnya kepedulian dan keselamatan bersama.

“Sebab pada akhirnya, perjalanan yang paling berarti bukan tentang seberapa cepat seseorang tiba, melainkan tentang bagaimana semua orang dapat kembali pulang dengan selamat,” pungkasnya. (nsp)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:40
01:00
01:47
01:13
06:09
01:54

Viral