news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Museum Pajajaran Kota Bogor.
Sumber :
  • Instagram @infobogor

KDM Janji Kucurkan Dana hingga Rp9 Miliar, Minta Spesifikasi Museum Pajajaran Bogor Disempurnakan

KDM mengungkapkan adanya rencana alokasi anggaran sebesar Rp9 miliar untuk menyempurnakan fasilitas penyimpanan benda bersejarah di Museum Pajajaran Kota Bogor.
Jumat, 15 Mei 2026 - 07:43 WIB
Reporter:
Editor :

Bogor, tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), memberikan perhatian khusus terhadap pengembangan Museum Pajajaran di kawasan Batu Tulis, Kota Bogor. 

KDM mengungkapkan adanya rencana alokasi anggaran sebesar Rp9 miliar untuk menyempurnakan fasilitas penyimpanan benda bersejarah tersebut.

"Terkait rencana alokasi dana Rp9 miliar untuk Museum Pajajaran, kita harus buat perencanaannya dulu secara matang. Dari sisi arsitektur, museum ini harus mengalami perubahan agar benar-benar mencerminkan sebuah museum yang standar," ujar Dedi Mulyadi, pada Kamis (14/5/2026).

KDM menegaskan bahwa museum tersebut harus mengalami transformasi arsitektur agar memenuhi standar museum yang layak secara teknokratis, bukan sekadar bangunan fisik biasa. 

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) di Bogor pada Kamis (15/5/2026).
Sumber :
  • Eko Hadi/tvOne

Beberapa aspek teknis tak luput dari sorotan KDM seperti pengaturan sirkulasi udara dan suhu ruangan. 

Hal ini sangat penting untuk menjaga keawetan benda-benda purbakala serta meminimalisir risiko kebakaran.

Ia bahkan sempat menyentil penggunaan material bangunan saat ini yang dinilai belum ideal.

"Meskipun saat ini kondisi bangunan dirasa belum sesuai spesifikasi, misalnya penggunaan material hebel, namun lebih baik ada daripada tidak sama sekali. Saya akan berdiskusi dengan Wali Kota dan tim ahli untuk menyempurnakan spesifikasi museum ini menggunakan anggaran tersebut," tambahnya.

KDM ingin keberadaan museum ini mengubah cara pandang masyarakat terhadap sejarah Pajajaran. 

Ia mendorong agar setiap peninggalan, seperti Prasasti Batu Tulis dan Mahkota Binokasih, memiliki naskah akademik yang komprehensif.

"Kegiatan ini bertujuan mengubah cara pandang kita, dari semula bersifat klenik menjadi teknokratis. Kita butuh buku atau naskah akademik yang menjelaskan sejarah secara ilmiah agar tidak ada mata rantai yang terputus (missing link) antara masa lalu dan masa depan," tegasnya.

Selain museum, KDM juga menyoroti pentingnya konservasi situs sejarah lain di sekitar kawasan tersebut, termasuk Sumur 7. 

Ia menekankan bahwa penataan situs-situs ini murni untuk tujuan konservasi dan kenyamanan lingkungan, bukan untuk praktik pemujaan. (ehl/muu)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:32
01:58
01:37
01:13
02:09
01:10

Viral