- Instagram/windyprihastari
Begini Nasib Josepha Sekarang, Siswi SMAN 1 Pontianak yang Viral Karena Berani Protes ke Juri LCC Empat Pilar MPR RI
Pada 2026, Ocha mengikuti Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI tingkat provinsi, tepatnya di Kalbar. Di tahun sebelumnya, siswi SMAN 1 Pontianak itu sudah menjadi peserta di tingkat nasional.
"Tahun lalu, dia ikut lomba serupa dan mewakili Kalbar di Tingkat Nasional di Gedung MPR/DPR," lanjutnya.
Dengan apa yang terjadi kepada keponakannya, Ipunk tentu sangat menyayangkan keputusan diambil oleh dewan juri.
Ia optimis Ocha mampu mengharumkan nama sekolahnya. Akan tetapi, kemenangannya terpaksa pupus lantaran jawaban yang seharusnya benar namun disalahkan oleh dewan juri.
"Tahun ini kemenangannya direnggut juri yang ngantuk dan tak kompeten!," sambungnya.
Meskipun begitu, Ipun mengaky senang karena banyak publik yang mendukung Ocha. Dukungan itu membawa keponakannya serta teman-temannya diundang ke Istana Negara.
"Tapi Tuhan berkehendak lain, hari ini mereka berangkat ke Istana Negara," lanjutnya.
Dalam pertemuan itu, Ocha dan murid SMAN 1 Pontianak yang mengikuti LCC Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalbar diundang ke Istana Wapres, Jakarta, Rabu, 13 Mei 2026.
Ocha dan teman-temannya bertemu Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka. Ocha pun tak bisa menutupi kebahagiaannya setelah berbincang secara tertutup dan berlangsung sekitar satu jam.
Ocha mengungkapkan hasil pertemuan itu. Ia mengaku perbincangan dengan Gibran membuat ia dan teman-temannya didorong semangat untuk belajar dan semakin berprestasi.
"Ini menjadi suatu harapan dan semangat bagi kami untuk terus melangkah maju dan berkembang. Di dalam tadi kami diberi motivasi sama Pak Wapres untuk terus belajar dan berprestasi," kata Ocha.
Diketahui, kegiatan Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI belakangan ini menjadi topik yang sedang hangat dibicarakan publik.
Hal tersebut terjadi karena viralnya video yang melihatkan momen saat final LCC 4 Pilar MPR RI tersebut.
Dalam final yang terjadi, SMAN 1 Pontianak mendapatkan pengurangan 5 poin dari dewan juri karena dianggap salah menjawab saat diberikan pertanyaan.
Namun dewan juri justru membenarkan jawaban SMAN 1 Sambas yang menjawab sama dengan SMAN 1 Pontianak.
Siswi bernama Josepha Alexandra dari Regu C pun tak terima dan memprotes bahwa jawaban yang diberikan Regu B sama dengan miliknya. Namun ia disalahkan karena artikulasi yang dinilai kurang jelas saat menjawab.