- jabarprov go id
KDM Larang Keras Masyarakat Bawa Bayi ke Lokasi Kirab Budaya di Kota Bandung, Ini Alasannya
Bandung, tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) melarang masyarakat membawa bayi ke lokasi Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda di Kota Bandung pada Sabtu (16/5/2026) malam.
KDM melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat, Herman Suryatman mengatakan, larangan tersebut dibuat demi alasan keselamatan dan kesehatan.
Ia menyarankan ibu menyusui agar tidak memaksakan diri hadir di lokasi kirab yang diprediksi akan menyedot ribuan massa.
Namun, jangan khawatir kemeriahan Kirab Budaya tersebut masih bisa disaksikan melalui kanal YouTube Pemprov Jabar.
"Kami harapkan ketertiban dari masyarakat. Barang bawaan seperti ponsel harus dijaga agar tidak hilang. Persiapkan stamina, makan, dan istirahat yang cukup sebelum menonton," kata Herman di Bandung, Jumat (15/5/2026).
Kirab Budaya sepanjang 3,5 kilometer ini dijadwalkan dimulai pada pukul 19.30 hingga 22.00 WIB.
Arak-arakan akan dimulai dari Kiara Artha Park Kiaracondong, Jalan Jakarta, Jalan Supratman, hingga berakhir di Gedung Sate (Jalan Diponegoro) akan mulai ditutup total sejak pukul 18.00 WIB.
Sementara, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jabar, Dhani Gumelar, menyatakan sedikitnya dikerahkan 600 petugas gabungan dari kepolisian, Dishub, dan Satpol PP untuk mengamankan pergerakan massa dan arus lalu lintas.
"Kantong parkir akan tersebar di beberapa lokasi, yang utama itu di seputaran Gedung Sate, Kantor Inspektorat, DPRD Jabar, Masjid Pusdai, Bank Mandiri, dan Monumen Perjuangan," ujar Dhani.
Selain pengaturan lalu lintas, Pemprov Jabar telah melakukan pembersihan spanduk liar serta penataan pedagang kaki lima (PKL) di sepanjang rute guna memastikan keindahan kota. Trotoar pun dipercantik untuk kenyamanan penonton.
Meski ambulans dan tenaga medis telah disiagakan di berbagai titik, Herman tetap mengingatkan pengunjung untuk waspada terhadap potensi berbagai kerawanan di tengah kerumunan massa yang masif.
"Kami siapkan ambulans dan tenaga medis di lokasi kirab. Masyarakat diimbau menjaga keamanan diri dan barang bawaan masing-masing," tutur Herman. (ant)