- jabarprov.go.id
KDM Beberkan 3 Faktor Penyebab Utama Membuat Nasib Buruh Perkebunan BUMN Jadi Prihatin
Jabar, tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi yang akrab disapa KDM mengaku sangat prihatin terhadap nasib buruh perkebunan milik BUMN. Bahkan, KDM sebut upah buruh tersebut kecil hingga sampai pensiunan hanya dapat Rp300 ribu.
Oleh sebab itu, KDM menaruh perhatian terhadap nasib para buruh perkebunan di Jawa Barat (Jabar), yang dianggap semakin tersisih dan mengalami penurunan kesejahteraan.
Di sisi lain, KDM juga menyebutkan tiga faktor yang membuat buruh perkebunan milik BUMN itu menjadi prihatin.
Faktor pertama, menurutnya, karena degradasi, yang meliputi semakin menurunnya sektor perkebunan.
"Bahkan daya dukung lingkungannya sangat semakin rendah dan orang semakin tidak peduli," ucap KDM seperti dikutip pada Sabtu (16/5/2026).
Kemudian yang kedua, kata dia, upah buruhnya juga sangat rendah.
Sementara yang ketiga, upah burunya ketika pensiun juga sangat rendah.
"Rata-rata Rp 300.000 per bulannya," ucap KDM.
KDM menilai, situasi tersebut turut menjadi faktor penyebab tingginya angka kemiskinan di sejumlah daerah Jawa Barat bagian selatan, seperti Sukabumi Selatan, Cianjur Selatan, Garut Selatan, hingga Tasikmalaya.
"Dan mayoritas mereka itu adalah karyawan perkebunan," ucap KDM.
Selain itu, Dedi Mulyadi singgung alih fungsi lahan dari perkebunan teh dan kawasan hutan menjadi area perkebunan sayuran. Menurutnya, perubahan tersebut ikut memperparah kerusakan lingkungan sekaligus meningkatkan angka kemiskinan.
"Sektor perkebunan sayur juga menurut saya memberikan kontribusi kemiskinan lebih. Kenapa? Karena para bandarnya yang kaya raya, tapi mereka yang kulinya itu rata-rata upahnya Rp30.000 per hari, bahkan ada yang di bawah Rp 30.000 per hari," ujarnya.
Sebagai langkah penanganan, KDM menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat saat ini sedang melakukan pemulihan kawasan perkebunan guna memperkuat konservasi serta menjaga keseimbangan ekosistem lingkungan.
"Ekonomi itu tidak begitu kuat dalam pandangan saya, konservasi yang utama," ucapnya.
Lebih lanjut, KDM jelaskan, bahwa pihaknya mulai mengajak masyarakat kembali menanam teh di kawasan pegunungan serta lahan perkebunan yang selama ini tidak dikelola secara maksimal oleh PTPN.
Dalam program tersebut, masyarakat juga diberikan upah dari pemerintah provinsi dengan harapan sektor perkebunan bisa kembali kuat sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga.