news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Tangkapan layar - Final Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat di Pontianak, Sabtu (9/5)..
Sumber :
  • YouTube/MPRGOID

Kepala Sekolah Berkomentar Menohok soal Lomba Cerdas Cermat MPR: SMAN 1 Sambas Terpojok

Kepala Sekolah SMAN 1 Sambas, Syafaruddin lontarkan komentar menohok terkait Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar tingkat Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar).
Sabtu, 16 Mei 2026 - 16:34 WIB
Reporter:
Editor :

"Tindakan ini telah mencemarkan nama baik SMAN 1 Sambas, menimbulkan tekanan psikologis kepada pihak yang terdampak serta memperkeruh suasana," jelas Syafaruddin.

Alhasil, Syafaruddin mendesak agar penyelenggara memulihkan nama baik SMAN 1 Sambas dan menjamin keamanan bagi peserta sebelum terbang ke Jakarta untuk mengikuti LCC Empat Pilar tingkat nasional.

"Kami mendesak pihak penyelenggara untuk memulihkan kembali nama baik SMAN 1 Sambas dan memberikan jaminan keamanan terkait kondisi psikis murid sebelum kami mewakili Kalbar pada kegiatan LCC 4 Pilar MPR RI 2026 di tingkat nasional," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Kepala Sekola SMAN 1 Pontianak, Indang Maryati, mengumumkan bahwa pihaknya tidak akan mengikuti tanding ulang LCC Empat Pilar tingkat Kalbar yang telah diputuskan oleh MPR.

"SMAN 1 Pontianak menyatakan tidak akan terlibat dalam pelaksanaan lomba LCC yang diulang, sebagaimana informasi yang disampaikan oleh MPR RI," kata Indang.

Idang menegaskan, bahwa protes yang diajukan semata-mata demi transparansi terkait keputusan dari juri.

Selain itu, sekolah juga menegaskan protes bukan untuk menganulir hasil dari kompetisi atau menyerang kredibilitas dari penyelenggara.

"SMAN 1 Pontianak menegaskan bahwa langkah yang diambil merupakan bagian dari ikhtiar untuk memperoleh konfirmasi dan klarifikasi, demi terwujudnya pelaksanaan dan mekanisme lomba yang transparan, obyektif, dan akuntabel," ujarnya.

"Sejak awal, SMAN 1 Pontianak tidak memiliki maksud untuk menganulir hasil lomba, melainkan semata-mata untuk memperoleh kejelasan melalui klarifikasi terhadap poin-poin yang dipersoalkan," sambungnya.

Lebih lanjut, SMAN 1 Pontianak meminta maaf kepada masyarakat terkait viralnya perisitwa dalam LCC Empat Pilar.

Pihak sekolah meminta kepada seluruh pihak untuk menyikapi permasalahan ini dengan tetap menjunjung nilai-nilai persatuan.

Pada akhir pernyataannya, SMAN 1 Pontianak mengisyaratkan tetap akan mengikuti LCC Empat Pilar MPR tahun 2027 meski ada polemik ini.

"Demikian pernyataan ini disampaikan sebagai bentuk tanggung jawab dan komitmen kami terhadap dunia pendidikan yang berintegritas. Sampai jumpa di LCC 4 Pilar 2027," pungkas Indang.

Bahkan sebelumnya, MPR telah memutuskan untuk mengulang babak final LCC Empat Pilar tingkat Provinsi Kalbar.

Ketua MPR, Ahmad Muzani, menuturkan keputusan ini dilakukan setelah adanya diskusi sebelumnya. Namun, dia mengungkapkan, terkait jadwal, masih didiskusikan.

Berita Terkait

1
2
3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:06
05:01
05:14
03:43
03:22
03:33

Viral