- Ist
Cadangan Beras Pecah Rekor 5,3 Juta Ton, Indonesia Bahkan Siap Bantu Negara Lain
Jakarta, tvOnenews.com - Presiden Prabowo Subianto terus mempercepat agenda besar kemandirian pangan nasional dengan memperkuat infrastruktur logistik dan distribusi pangan di berbagai daerah.
Langkah itu ditandai dengan groundbreaking 10 Gudang Ketahanan Pangan Polri serta peluncuran operasional 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri Tahun 2026 di Kabupaten Tuban, Jawa Timur.
Pemerintah menilai penguatan sektor pangan kini menjadi prioritas strategis nasional, bukan hanya untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan dalam negeri, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia menghadapi ancaman krisis pangan global.
Usai mendampingi Presiden Prabowo dalam agenda tersebut, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan, pemerintah tengah membangun fondasi ketahanan pangan jangka panjang setelah Indonesia berhasil mencapai swasembada beras pada 2025.
“Ini salah satu upaya kita, kerja keras kita untuk memastikan pangan kita kuat, pangan kita mandiri setelah kita berhasil mencapai swasembada beras di tahun 2025 yang lalu atas kerja keras Pak Mentan beserta dengan seluruh jajaran. Kita sekarang mengejar untuk juga swasembada di bidang jagung dan seluruh komoditas pangan lainnya,” ujar Prasetyo, dalam keterangan tertulis, Minggu (17/5/2026).
Pemerintah, kata dia, kini bergerak memperluas target swasembada ke sektor jagung dan komoditas strategis lain guna mengurangi ketergantungan impor pangan.
Prasetyo juga memberikan apresiasi kepada petani di seluruh Indonesia yang dinilai menjadi tulang punggung keberhasilan sektor pangan nasional. Ia menegaskan capaian swasembada tidak terlepas dari kontribusi petani di berbagai daerah.
“Tentunya kita menyampaikan apresiasi dan terima kasih, tidak hanya kepada Menteri Pertanian tetapi kepada seluruh petani di seluruh Indonesia karena kerja keras para petani kita dapat mencapai swasembada pangan,” imbuhnya.
Dalam kesempatan itu, pemerintah juga mengungkap capaian besar lain di sektor pangan nasional. Cadangan beras pemerintah yang tersimpan di gudang Bulog kini disebut telah mencapai 5,3 juta ton, angka yang diklaim menjadi salah satu rekor tertinggi dalam sejarah pengelolaan pangan nasional.
Menurut Prasetyo, tingginya stok beras menjadi bukti kondisi pangan Indonesia dalam posisi aman dan terkendali, termasuk dari sisi stabilitas harga.
“Cadangan beras pemerintah di gudang Bulog sejumlah 5,3 juta ton. sekali lagi kita ingin memastikan bahwa pangan kita aman, terkendali, harga juga terjangkau bahkan bisa memberi bantuan kepada saudara-saudara kita di negara lain,” ungkap Prasetyo.
Sementara itu, Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyebut, pemerintah juga terus memperkuat dukungan terhadap sektor pertanian, terutama dalam menjamin ketersediaan pupuk bagi petani nasional.
Menurut Amran, stok pupuk nasional saat ini berada dalam kondisi surplus hingga Indonesia mulai melakukan ekspor pupuk ke sejumlah negara.
“Pupuk kita lebih dari cukup bahkan kemarin kami ekspor ke Australia, berikutnya Filipina, Brasil, India, bahkan kemarin juga Menteri Pertanian Australia langsung mengucapkan terima kasih 4 kali. Ini kehebatan Bapak Presiden Republik Indonesia gagasan besar beliau kita laksanakan dengan baik,” ujar Amran.
Tak hanya soal beras, Amran mengklaim Indonesia kini telah mencapai swasembada jagung untuk kebutuhan pakan domestik. Di sisi lain, harga pupuk dalam negeri juga disebut turun hingga 20 persen untuk membantu meningkatkan produktivitas petani.
“Swasembada beras sudah, kemudian kita ekspor pupuk, harga pupuk dalam negeri turun 20 persen. Kemudian kita sudah swasembada jagung untuk pakan. Berikutnya industri seperti disampaikan tadi Pak Mensesneg,” pungkas Amran. (agr/muu)