news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Josepha Alexandra Siswi SMAN 1 Pontianak dalam Final LCC MPR Kalbar.
Sumber :
  • YouTube/MPRGOID

Pimpinan MPR Turun Tangan Tangani Dugaan Teror ke Josepha Usai Polemik Lomba Cerdas Cermat, Kondisi Ocha Disebut Memprihatinkan

Politikus PAN tersebut mengatakan polemik yang terjadi harus menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan pelaksanaan LCC Empat Pilar dan metode sosialisasi Empat Pilar MPR RI ke depan.
Minggu, 17 Mei 2026 - 12:15 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno angkat bicara soal dugaan intimidasi terhadap Josepha Alexandra atau Ocha dan rekan-rekannya dari Grup C SMAN 1 Pontianak setelah polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat ramai menjadi sorotan publik.

Eddy menegaskan seluruh pihak harus menghormati Josepha Alexandra, teman satu timnya, maupun SMAN 1 Pontianak. Ia juga memastikan komitmennya untuk melindungi mereka dari segala bentuk tekanan.

“Tidak boleh ada intimidasi dalam bentuk apapun terhadap Josepha, rekan-rekan satu grupnya maupun SMAN 1 Pontianak. Sikap mereka wajib dihormati dan saya berkomitmen melindungi mereka dari intimidasi dalam bentuk apapun,” tegas Eddy kepada wartawan, dikutip Minggu (17/5/2026).

Sebelumnya, Eddy juga merespons keputusan SMAN 1 Pontianak yang memilih tidak mengikuti final ulang LCC Empat Pilar. Ia menyebut MPR menghargai langkah yang diambil pihak sekolah.

“Surat resmi dari SMAN 1 Pontianak sudah kami diterima dan kami menghormati sikap tersebut. Dialog sudah kami lakukan dengan pihak SMAN 1 secara terbuka dan penuh kekeluargaan ketika Kepala dan Wakil Kepala Sekolah SMAN 1 Pontianak bersilaturahim ke MPR RI pada hari Kamis (14 Mei),” kata Eddy.

Politikus PAN tersebut mengatakan polemik yang terjadi harus menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan pelaksanaan LCC Empat Pilar dan metode sosialisasi Empat Pilar MPR RI ke depan.

“Ini menjadi momentum perbaikan terus menerus bagi rangkaian acara LCC Empat Pilar MPR RI sekaligus perbaikan bagi berbagai metode Sosialisasi Empat Pilar MPR ke depannya,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi sikap SMAN 1 Pontianak yang tetap mendukung SMAN 1 Sambas sebagai juara pertama untuk menghadapi tahapan final nasional.

“Saya salut dengan sikap kesatria dan sportivitas tinggi dari seluruh civitas SMAN 1 Pontianak yang tidak hanya siap mendukung juara 1 lomba untuk maju ke tahapan final lomba nasional LCC, namun juga semangat mereka untuk tetap mengikuti LCC MPR RI di tahun-tahun mendatang," pungkasnya.

Sebagai informasi, media sosial kembali dihebohkan oleh tangkapan layar pesan dari nomor tidak dikenal yang diduga berisi ancaman somasi kepada Josepha Alexandra alias Ocha.

Pesan yang beredar itu meminta agar video protes terkait hasil perlombaan segera dihapus dari Instagram.

“Selamat pagi, kami infokan kembali untuk hapus video yang ada di IG, jika tidak kami akan layangkan somasi,” demikian isi pesan yang viral di media sosial.

Informasi mengenai dugaan ancaman tersebut pertama kali mencuat lewat unggahan akun Threads @zvanniisygg yang mengaku berasal dari pihak keluarga. Unggahan itu kemudian menyebar luas dan memunculkan kekhawatiran publik terhadap kondisi Ocha.

Selain itu, akun @will_bertus1996 juga mengunggah narasi yang menyebut Josepha Alexandra menjadi murung sejak polemik lomba mencuat. Dalam unggahannya, akun tersebut meminta keadilan bagi Josepha Alexandra dan menyebut siswi SMAN 1 Pontianak itu lebih sering mengurung diri di kamar.

"Mohon keadilan untuk keponakan saya khususnya ananda Ocha. ybs yg menjawab pertanyaan dgn benar dari kelompok C dan umum utk SMAN 1 yang harusnya mewakili Kalbar, ponakan saya skrg jd murung dan mengurung diri di kamar," tulis akun tersebut.

Menanggapi kabar yang berkembang, pihak SMAN 1 Pontianak akhirnya memberikan klarifikasi melalui akun Instagram resmi sekolah.

Sekolah membantah informasi yang menyebut Josepha Alexandra mengalami tekanan mental maupun intimidasi akibat polemik tersebut. Pihak sekolah juga meminta masyarakat tidak mudah mempercayai informasi yang belum dipastikan kebenarannya.

"Terimakasih atas atensi besar dan kepedulian terhadap Yosepha. Kami mengonfirmasi bahwa berita ini hoax dan tidak bersangkutan dengan Yosepha," tulis akun resmi sekolah.

Di tengah perhatian publik yang terus mengalir, Ocha diketahui mendapat kesempatan bertemu Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka di Jakarta.

Pertemuan di Istana Wakil Presiden itu disebut membahas motivasi, public speaking, hingga cara menghadapi perdebatan di ruang publik.

"Ini menjadi suatu harapan dan semangat bagi kami untuk terus melangkah maju dan berkembang," ujar Ocha usai pertemuan.

Selain itu, anggota DPR/MPR RI Rifqinizamy Karsayuda juga memberikan tawaran beasiswa pendidikan ke China kepada Josepha Alexandra sebagai bentuk apresiasi.

Hingga kini, kontroversi mengenai hasil lomba cerdas cermat Empat Pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat masih terus menjadi perhatian masyarakat. Meski demikian, pihak sekolah memastikan kondisi Josepha Alexandra tetap baik dan mendapat dukungan penuh dari keluarga maupun lingkungan sekolah. (nba)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

06:06
02:06
05:01
05:14
03:43
03:22

Viral