news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Gedung SMAN 5 Bandung & Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM).
Sumber :
  • Kolase SMAN 5 Bandung & tvOne/Cepi Kurnia

Disdik Jabar Tegaskan Program Sekolah Maung Dedi Mulyadi Tak Ubah Nama Sekolah

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Purwanto menjelaskan, seluruh SMA dan SMK Negeri yang terpilih menjadi Sekolah Maung akan tetap menggunakan nama sebelumnya.
Minggu, 17 Mei 2026 - 11:36 WIB
Reporter:
Editor :

Bandung, tvOnenews.com - Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat memastikan tidak akan mengubah nama 41 SMA dan SMK menjadi Sekolah Maung

Disdik Jabar menegaskan Sekolah Maung ini merupakan program peningkatan mutu sekolah.

Kepala Disdik Jawa Barat, Purwanto menjelaskan, seluruh SMA dan SMK Negeri yang terpilih menjadi Sekolah Maung akan tetap menggunakan nama sebelumnya.

Sekolah favorit itu, tidak akan mengalami perubahan nama atau dokumen administrasi terkait identitas sekolah.

“Sekolah Maung itu adalah program. Jadi nama sekolahnya nanti tetap, seperti SMAN 3 Bandung, SMAN 5 Bandung, SMAN 1 Purwakarta, atau SMAN 6 Garut. Tidak berubah menjadi SMAN 3 Maung Bandung. Sekolah hanya menyertakan keterangan sebagai penyelenggara program itu,” jelas Purwanto, pada Sabtu (16/5/2026).

Menurutnya, esensi dari program Sekolah Maung terletak pada peningkatan mutu dan standarisasi, bukan sekadar kosmetik pada aspek penamaan luar.

Terdapat lima pilar utama yang menjadi fokus transformasi dalam penyelenggaraan program guna mendongkrak kualitas lulusan SMAN/SMKN di Jawa Barat, agar lebih berdaya saing. 

“Transformasinya meliputi, rekrutmen siswa, kurikulum, pembiayaan, tata kelola pendidik, serta tenaga kependidikan dan sarana,” katanya.

Oleh karena itu, ia berharap seluruh pihak agar tidak salah paham mengenai esensi dari program Sekolah Maung. 

Sebab, program ini bertujuan menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, tanpa mencabut identitas sejarah dari sekolah negeri.

KDM Buka Suara

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) menanggapi keresahan sejumlah siswa terkait program Sekolah Maung Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Sebelumnya, sejumlah siswa mengungkap keresahannya terkait program Sekolah Maung yang dicanangkan oleh Gubernur Jabar KDM.

Rata-rata siswa tidak setuju dengan program Sekolah Maung tersebut, karena akan merubah nama atau image sekolah tersebut.

Pemprov Jabar tengah mempersiapkan 41 sekolah menengah atas dan kejuruan untuk bertransformasi menjadi Sekolah Manusia Unggul (Maung) mulai tahun ajaran 2026/2027. 

Sekolah Maung adalah program unggulan KDM untuk menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul. 

Program tersebut melibatkan 28 SMA Negeri dan 13 SMK Negeri yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota di Jawa Barat.

Menanggapi keresahan siswa, KDM pun buka suara terkait program Sekolah Maung tersebut. 

Ia menegaskan jika program ini tidak akan merubah nama sekolah seperti yang dikhawatirkan para siswa. Sekolah Maung hanya istilah untuk merubah sekolah favorit.

"Buat adikku yang ganteng-ganteng, pinter-pinter, SMA Maung itu istilah, bukan menjadi penamaan. Maung itu Manusia Unggul, artinya pengganti dari kalimat favorit," katanya dikutip dari unggahan thread pribadinya pada Minggu (17/5/2026).

"(yaitu) merekrut siswa berdasarkan jalur akademik dan jalur prestasi lainnya dalam bidang seni, olahraga, idustri kretif, banyaklah," katanya.

Menurut KDM, manusia unggul tidak hanya diukur dari sisi akademik saja, melaikan sisi non-akademik juga.

"Pemain sepak bola handal itu juga unggul, artinya manusia unggul," katanya.

"Jadi sekolahnya tetap, SMA 3 Bandung, SMA 5 Bandung itu, dan nanti di tempat lain mungkin, kan ada SMA Negeri 1 Purwakarta, SMA Negeri 1 Subang, SMA Negeri 1 Indramayu biasanya begitu. Nanti tidak ada perubahan istilah SMA 3 Maung Bandung, SMA 5 Maung Bandung, tidak ada istilah begitu," tuturnya.

"Sekolahnya tetap seperti itu, SMA 1, SMA 3, SMA 1 Kabupaten Bogor, SMA mana di seluruh Provinsi Jawa Barat sama namanya ya, tidak ada perubahan. Kalimat maung itu kalimat istilah, jadi disebutnya sekolah-sekolah unggul, manusia unggul," tambahnya.

"Jadilah manusia unggul dan tentunya manusia unggul bukan hanya berkumpul pada sekolah yang dianggap favorit. Sekolah yang tidak dianggap favorit pun akan lahir manusia-manusia unggul sesuai dengan kualifikasinya," pungkasnya. (muu)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:06
05:01
05:14
03:43
03:22
03:33

Viral