news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun.
Sumber :
  • Abdul Gani Siregar/tvOnenews.com

Komisi XI DPR Setuju Pernyataan Prabowo Soal Pelemahan Rupiah: yang Terdampak Orang Kaya, Bukan Orang Desa

Menurut Misbakhun, pesan yang disampaikan Prabowo bertujuan menjaga ketenangan masyarakat agar tidak terpancing kepanikan di tengah menguatnya mata uang AS.
Minggu, 17 Mei 2026 - 12:14 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menanggapi pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). 

Menurut Misbakhun, pesan yang disampaikan Prabowo bertujuan menjaga ketenangan masyarakat agar tidak terpancing kepanikan di tengah menguatnya mata uang AS.

Misbakhun mengatakan dampak langsung penguatan dolar AS sebenarnya lebih banyak dirasakan kelompok tertentu, terutama masyarakat yang terlibat dalam transaksi internasional maupun aktivitas impor.

“Apa yang disampaikan oleh Bapak Presiden terkait dengan nilai tugas, beliau benar bahwa masyarakat diminta tenang, terutama masyarakat pedesaan, karena memang mereka tidak terkait langsung dengan transaksi yang menggunakan dolar. Yang terpengaruh adalah transaksi-transaksi yang menggunakan impor, orang-orang kaya yang bepergian ke luar negeri,” kata Misbakhun kepada wartawan, Minggu (17/5/2026).

Ia menilai pernyataan Prabowo menjadi pengingat agar Bank Indonesia (BI) segera mengambil langkah pengendalian terhadap pergerakan rupiah. Menurutnya, stabilitas nilai tukar rupiah perlu dijaga karena pelemahan rupiah dapat berdampak pada harga berbagai kebutuhan yang bergantung pada impor.

“Masyarakat yang menggunakan dolar dalam transaksi itu apa? Yang selama ini bahan bakunya impor. Dan salah satu yang impor yang kita khawatirkan adalah impor dari komoditas-komoditas yang selama ini menjadi penopang pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.

Misbakhun mengingatkan kenaikan dolar AS berpotensi menekan inflasi karena biaya impor bahan baku ikut meningkat. Selain itu, posisi rupiah saat ini disebut sudah melampaui lebih dari Rp1.000 dari asumsi makro yang tercantum dalam APBN 2026.

Karena itu, ia meminta masyarakat tidak mudah terpancing isu-isu yang dapat mengganggu stabilitas ekonomi nasional.

“Tentunya apa yang disampaikan oleh Bapak Presiden Prabowo terkait nilai tukar itu adalah untuk menenangkan masyarakat, supaya masyarakat tidak panik, supaya masyarakat tetap tenang dan masyarakat tidak terpengaruh dengan hal-hal yang sifatnya ingin mengganggu stabilitas ekonomi nasional kita,” ucapnya.

Di sisi lain, Misbakhun melihat ada pesan penting di balik pernyataan Presiden. Ia menilai isu pelemahan rupiah kini mulai menjadi perhatian luas masyarakat, terlebih setelah kurs dolar AS menembus angka psikologis Rp17 ribu.

Berita Terkait

1
2 3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

06:06
02:06
05:01
05:14
03:43
03:22

Viral