- Abdul Gani Siregar/tvOnenews.com
Komisi XI DPR Setuju Pernyataan Prabowo Soal Pelemahan Rupiah: yang Terdampak Orang Kaya, Bukan Orang Desa
Menurutnya, kondisi itu membuat pembahasan mengenai kurs dolar kini tidak hanya terjadi di kalangan pelaku ekonomi, tetapi juga mulai ramai diperbincangkan masyarakat umum.
“Sejak USD 1 melewati Rp 17 ribu, penurunan itu dinilai berlanjut sampai sekitar Rp 17.600. Jadi masyarakat yang semula tidak pernah membicarakan dolar yang begitu kuatnya, di warung-warung kopi sekarang orang mulai membicarakan soal rupiah melemah dan dolar menguat,” katanya.
Ia mengingatkan angka Rp17 ribu memiliki dampak psikologis tersendiri karena pernah terjadi menjelang krisis moneter 1998. Meski demikian, Misbakhun menegaskan kondisi ekonomi Indonesia saat ini jauh berbeda dibanding masa tersebut.
“Nah inilah yang harus dijaga oleh Bank Indonesia walaupun situasi sekarang sangat berbeda dengan 1998. Fundamental kita sangat kuat saat ini dan struktur ekonomi kita juga sangat lebih kuat dibandingkan periode-periode tersebut,” sebut Misbakhun.
Meski fundamental ekonomi dinilai solid, ia tetap meminta BI bergerak cepat agar pelemahan rupiah tidak berlangsung terlalu lama. Menurutnya, jika dibiarkan berkepanjangan, masyarakat bisa kehilangan kepercayaan terhadap kemampuan BI menjaga stabilitas mata uang nasional.
“Tapi BI juga harus melakukan upaya dan langkah yang konkret karena kalau tidak kalau ini berkepanjangan terus-menerus bisa mempengaruhi kepercayaan masyarakat kepada institusi Bank Indonesia karena dianggap tidak bisa menjaga atau mempertahankan nilai tukar rupiah pada posisi yang sebenarnya,” ujarnya.
Misbakhun juga menyinggung pernyataan Prabowo yang menyebut fundamental ekonomi Indonesia masih kuat. Ia mempertanyakan mengapa rupiah tetap mengalami tekanan cukup besar di tengah kondisi tersebut.
“Dan Bapak Presiden juga menyampaikan bahwa fundamental ekonomi Indonesia sangat kuat. Ketika fundamental ekonomi sangat kuat, kenapa sampai terjadi pelemahan terhadap rupiah? Dan rupiah termasuk mata uang yang secara regional mengalami pelemahan sangat signifikan,” katanya.
Ia menambahkan, Komisi XI DPR masih memberi ruang bagi Bank Indonesia untuk mengambil langkah strategis demi memperkuat kembali nilai rupiah.
“Dan tentunya kami di Komisi XI memberikan kesempatan kepada Bank Indonesia untuk melakukan langkah-langkah yang strategis bagaimana bisa melakukan upaya penguatan kembali nilai rupiah kepada angka pada harga atau pada nilai yang menurut saya sepantasnya,” ujar Misbakhun.