news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Guru Ngaji Lawan Pengerdar Narkoba di Deli Serdang, DPRD Desak Kapolda Sumut Lindungi Halimah.
Sumber :
  • istimewa

Guru Ngaji Lawan Pengedar Narkoba di Deli Serdang, DPRD Desak Kapolda Sumut Lindungi Halimah

DPRD Sumut Ihwan Ritonga desak Kapolda Sumut melindungi Halimah seorang guru ngaji yang berani melawan dan melaporkan maraknya peredaran narkoba di Deli Serdang
Minggu, 17 Mei 2026 - 15:33 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Wakil ketua DPRD Sumatera Utara (Sumut) Ihwan Ritonga desak Kapolda Sumatera Utara (Kapolda Sumut) melindungi Halimah, seorang guru ngaji yang berani melawan dan melaporkan maraknya peredaran narkoba di lingkungan tempat tinggalnya, yakni Deli Serdang

Selain itu, Ihwan mengapresiasi keberanian Halimah, sekaligus menyayangkan intimidasi dan teror yang dialami warga Deliserdang itu. 

"Mengenai peristiwa itu, saya sebagai wakil ketua DPRD Sumut meminta agar, Kapolda Sumut, Kapolresta Deliserdang dan jajarannya untuk dilindungi ibu ngaji tersebut. Saya mengapresiasi keberanian ibu Halimah menyampaikan transaksi narkoba yang merusak generasi di sana," ucap Ihwan kepada awak media, Minggu (17/5/2026). 

Untuk diketahui, sebelumnya viral unggahan video guru ngaji bernama Halimah yang sedang merekam saat menegur sekelompok pria yang diduga melakukan transaksi sabu di depan anak-anak di di Desa Rantau Panjang, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang. 

Tak lama, rumah Halimah didatangi sejumlah orang yang marah marah kemudian melakukan  intimidasi terhadapnya. 

Meski dua pelaku kemudian diamankan, Ihwan menyayangkan adanya teror dan intimidasi yang diduga dilakukan pengedar narkoba di sana. 

Menurut Ihwan, intimidasi agar menakut-nakuti warga sehingga tidak melaporkan maraknya peredaran narkoba. 

Ketua Gerindra kota Medan itu pun meminta agar polisi memberikan perlindungan terhadap warga yang berani melaporkan peredaran narkoba, memastikan keselamatan keluarganya dan menangkap para bandar dan pengedar. 

Dia berharap kehadiran polisi memberikan rasa aman bagi masyarakat melawan para bandar narkoba. 

"Ini narkoba musuh bersama, bukan hanya polisi saja tapi seluruh masyarakat. Karena itu masyarakat yang memberikan informasi baris dilindungi, termasuk guru ngaji. Dan jangan  ada bandar, pengedar dilindungi, baik oleh warga sekitar. Kita minta masyarakat untuk berani memberikan informasi dan bersama sama memberantas," ujar Ihwan. 

Peredaran narkoba di Sumatera Utara menurut Ihwan semakin mengkhawatirkan.

Ihwan menegaskan perlunya kerjasama semua pihak untuk menurunkan peredaran narkoba khususnya di Kota Medan yang menjadi daerah dengan pengguna  tertinggi di Indonesia. 

"Di Medan masih peringkat 1 untuk pengguna narkoba di Indonesia yang perlu kerjasama untuk memberantasnya. Program ini masuk pada Nawacita Presiden Prabowo soal pemberantasan narkoba seperti yang disampaikan Gubernur Sumut Bobby Nasution juga. Jadi kita harap masyarakat jangan takut melapor, dan polisi harus melindunginya," pungkasnya. (aag)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:06
05:01
05:14
03:43
03:22
03:33

Viral