- Youtube Kang Dedi Mulyadi Channel
Dinilai "Aneh" saat Diucapkan oleh Sejumlah Siswa, Begini Penjelasan Lengkap Dedi Mulyadi soal Sebutan Sekolah Maung
Jakarta, tvOnenews.com - Dinilai “aneh” saat diucapkan oleh sejumlah siswa, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi akhirnya memberikan penjelasan lengkapnya soal sebutan SMA Maung.
Kang Dedi Mulyadi atau KDM menjelaskannya lewat sebuah video yang diunggah di Instagram pribadinya @dedimulyadi71 pada Minggu (17/5/2026).
KDM meluruskan bahwa SMA Maung adalah sebuah istilah, bukan penamaan seperti yang selama ini disalahpahami.
"Buat adikku yang ganteng-ganteng, yang pintar-pintar, SMA Maung itu istilah, bukan menjadi penamaan. Maung itu Manusia Unggul. Artinya, pengganti dari kalimat favorit," kata Dedi Mulyadi dikutip Selasa (19/5/2026).
"Karena manusia unggul bukan hanya akademik saja, non-akademik juga merupakan keunggulan. Dia menjadi pemain sepak bola handal, itu juga unggul. Manusia unggul itu," sambung KDM.
Dia menegaskan nama sekolah tetap akan sama seperti sebelumnya. Misalnya, SMA 1 atau SMA 3 bukan menjadi SMA 1 Maung Bandung atau SMA 3 Maung Bandung.
"Nanti tidak ada perubahan istilah, SMA 3 Maung Bandung, SMA 5 Maung Bandung, enggak ada istilah begitu. Sekolahnya tetap seperti dulu. SMA 1, SMA 3, SMA 1 Kabupaten Bogor, SMA mana, di seluruh Provinsi Jawa Barat sama namanya ya," terang Dedi Mulyadi.
Istilah Sekolah Maung, sambung KDM, tidak hanya disematkan di sekolah favorit, tapi juga ke sekolah yang tidak dianggap favorit karena menurutnya di sana ada pula manusia-manusia unggul.
"Kalimat Maung itu kalimat istilah. Itu disebutnya sekolah-sekolah unggul, manusia unggul. Jadilah manusia unggul dan tentunya manusia unggul bukan hanya berkumpul pada sekolah yang dianggap favorit. Sekolah yang tidak dianggap favorit pun akan lahir manusia-manusia unggul sesuai dengan kualifikasinya,” katanya.
Adapun sebelumnya terdapat penggalan-penggalan video yang memperlihatkan saat sejumlah siswa SMAN 5 Bandung ditanya pendapatnya soal Sekolah Maung.
"Aneh pas saat nyebut aja sih. Jadi misalnya dari SMA mana?, Maung 5 gitu. Kan jadi aneh," ungkap salah satu siswa.
Siswa yang lainnya berpendapat jika nama sekolahnya diganti, maka akan menghilangkan keikonikan sekolah yang sudah dikenal sejak lama di kota tersebut. (nsi)